Kampanye Publik Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sragen

Oleh : humas
07 Desember 2017
65
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Sragen –  Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia Tahun 2017 diselenggarakan di kawasan Gunung Kemukus Sragen, Selasa (5/12/2017). Dengan tujuan untuk merubah image negatif Gunung Kemukus dari praktek prostitusi dan juga merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Sragen untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat wisata religi.

Perlu diketahui bahwa situasi Epidemi Kasus HIV di Kabupaten Sragen dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tercatat per November 2017 terdapat 769 kasus HIV-AIDS dengan rincian 328 kasus HIV dan 441 AIDS dan 104 meninggal dunia tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sragen, Dari jumlah tersebut faktor resiko pekerjaan yang terbesar adalah Wiraswasta menduduki peringkat pertama dengan angka kasus 244 (31,4%) peringkat kedua Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan angka kasus 156 (20,26%) dan peringkat ketiga adalah Pekerja Seks Komersial (PSK) 74 (9.6%) dengan jumlah anak terinfeksi HIV  (usia 0-9 tahun) sejumlah 22 orang

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, “hari ini kita memperingati hari HIV/AIDS sedunia, kenapa diperingati karena sudah menjadi problem tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia”.

Lanjut Bupati ,“Agar seluruh warga Sragen memahami apa sebenarnya HIV/AIDS itu, bagaimana caranya agar tidak ditulari, kalau sudah terinfeksi bagaimana caranya agar bisa hidup lebih baik”.

“Untuk memberikan pengertian kepada masyarakat, bagaimana cara warga untuk mencegah dan memberikan pemahaman kepada seluruh warga Kab. Sragen penderia HIV/AIDS tidak bertambah”, terang Bupati .

Bupati berharap, “sebagai petugas yang baik harus berusaha untuk menemukan orang yang terinfeksi dan bagi warga yang mengetahui ciri-ciri orang yang terinfeksi harus segera lapor kepada lurah setempat, serta memberitahu kepada penderita agar tidak menulari kepada orang lain”.

“Sragen berkomitmen dan peduli terhadap para penderita HIV/AIDS, salah satunya adalah kita mengadakan acara ini di Gunung Kemukus, karena ada ceritanya, yaitu Sragen terkenal karena Gunung Kemukus yang berkonotasi negatif, yaitu adanya wisata seks bebas”, ungkap Bupati .

“Mulai sekarang kita berkomitmen untuk menciptakan gunung kemukus yang bersih dan bersama-sama berkampaye bahwa gunung kemukus bebas praktek prostitusi”, harap Bupati .

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkompimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, anggota TP PKK, dan para tokoh masyarakat di Kabupaten Sragen.  (Humas)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account