SYUKURAN HARUS MENGUNDANG SELURUH WARGA, KALAU TIDAK MAMPU TIDAK USAH MENGADAKAN SYUKURAN SEKALIAN

Oleh : humas
29 Desember 2017
124
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

 

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melantik 10 kepala desa hasil pemilihan serentak pada tanggal 6 Desember 2017 yang lalu di Pendopo Sumonegara Rumah Dinas Bupati Sragen, yang disaksikan oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno dan para forkompida serta Kepala Dinas dan camat di Kabupaten Sragen, Jum’at (29/12/2017).

Usai melantik Bupati Sragen memberikan beberapa pesan kepada Kepala Desa yang baru dilantiknya, bahwa proses Pilkada, pilkades, Pilgub atau apapun namanya sedikit banyak akan menimbulkan bekas diantara pendukung maupun rakyat.

Dikatakan lebih lanjut, “Dalam kontek yang lebih luas misalnya Pemilihan Gubernur tidak terlalu kelihatan. Bahkan pilkada pun dengan 20 kecamatan mungkin gesekannya tidak terlalu besar. Tetapi pada pilkades yang berhubungan langsung dengan masyarakat tentu adanya yang senang maupun yang tidak, itu adalah hal yang wajar”.

Bupati juga mengintrusikan kepada para kepala desa  tersebut, khusus di Kabupaten Sragen bagi siapapun yang sudah memenangkan proses pilkades wajib hukumnya hadir menyambangi para lawan politik untuk meminta doa dan restunya.

“Tata lahir dan tata bathin tentu beda, tapi yang pasti kewajibannya untuk bisa merangkul seluruhnya baik yang mendukung maupun yang tidak”, ujarnya.

“bahwa dalam proses membangun sebuah daerah kita multak memerlukan seluruh komponen yang ada didalamnya, tingkat kabupaten contonhya dengan peta politik partai pendukung ataupun dukungan dari siapapun warga sampai hari inipun saya tidak kenal lelah untuk senantiasa meminta doa restu, karena kita menangpun tidak didukung oleh seluruh warga”, ungkapnya.

“Kita menang hanya sedikit selisih dan yang tidak memilih jauh banyak daripada yang memilih. Maka kewajiban kita untuk menurunkan egois sebagai seorang pemimpin untuk merangkul siapapun itu baik lawan politik maupun kawan”, lanjutnya.

Bupati berharap,kepada para lurah dan bu lurah harus melakukan hal yang sama, kalau akan mengadakan syukuran harus dengan tata cara yang baik, tidak usah pakai arak-arakan, kalau ingin syukuran semua warga diundang suami istri dan keluarganya, itulah pesta rakyat, kalau tidak mampu tidak usah mengadakan syukuran sekalian. (humas)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account