Jokowi: Berarti Enggak Cinta Suami...

Oleh : admin
07 Februari 2018
348
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Presiden Joko Widodo menghadiri pembagian Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 4.500 orang di Lapangan Bola Koto Agung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Kepada para ibu penerima PKH, Presiden Jokowi mengingatkan supaya dana PKH digunakan untuk peningkatan gizi anak dan pendidikan anak, bukan untuk hal lain.

"Dana PKH itu diperuntukkan untuk gizi anak kita ya. Juga untuk pendidikan anak-anak kita," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian bertanya, "untuk beli telur boleh enggak?"

Para penerima PKH kompak berteriak, "boleh."

"Beli ikan boleh?" tanya Jokowi lagi.

Ibu-ibu kembali kompak menjawab, "boleh."

Jokowi kemudian menguji ketaatan ibu-ibu itu terhadap penggunaan program tersebut.

"Misalnya habis beli seragam sekolah Rp 300.000. Lalu pulang ke rumah diminta suami Rp 200.000 untuk beli rokok. Boleh enggak?" tanya Jokowi.

Ibu-ibu penerima PKH kompak menjawab, "tidak boleh."

Mendengar jawaban ibu-ibu, Jokowi mengatakan, "berarti tidak cinta suami."

Ibu-ibu itu kemudian tertawa. Berkali-kali Jokowi bertanya hal yang sama, para ibu juga menjawab dengan jawaban sama.

Jokowi juga berulang kali mengatakan, "tidak cinta suami."

Melihat keteguhan para ibu penerima PKH, Presiden Jokowi mengingatkan supaya mereka memberikan pengertian kepada suami masing-masing soal pemanfaatan dana PKH.

"Suami diberitahu. Jangan dibentak-bentak ya suaminya. Bilang yang baik, 'Pak, dana ini untuk gizi anak, untuk pendidikan anak. Bukan untuk rokok', bilangnya begitu ya, yang halus," ujar Jokowi.

"Bilang juga Bapak kalau mau beli rokok, silahkan bekerja sendiri. Kalau mau merokok, kasih tau juga, jangan banyak-banyak. Malah kalau bisa jangan merokok deh," lanjut dia.

Setiap penerima PKH, mendapatkan Rp 1.890.000. Namun, pencairannya tidak bisa sekaligus. Mesti melalui tiga kali pencairan dengan nominal yang berbeda-beda

 

Penulis : Fabian Januarius Kuwado

Editor   : Sandro Gatra

http://nasional.kompas.com


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account