TINGKATKAN UMKM RAKYAT, BUPATI DAN WAKIL BUPATI SRAGEN GORENG RAMBAK

Oleh : humas
09 Februari 2018
227
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Sragen – Jika anda sedang berkunjung di Kecamatan Sambungmacan, Sragen, jangan lupa mampir di Desa Kedungnolo, Gringging, Sambungmacan. Karena ada oleh-oleh khas Kedungnolo yakni Rambak Bu Harni yang enak dan renyah.

Sebagai salah satu wilayah di Kab Sragen, khususnya di Desa Gringging, Sambungmacan memiliki berbagai potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Selain di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan, potensi ekonomi masyarakat di desa ini juga meliputi sektor industri kecil atau rumah tangga. Salah satunya adalah usaha pembuatan kerupuk “Rambak” yang khas tepatnya di Desa Kedung nolo RT 20 RW 19, Gringging.

Salah seorang pemilik usaha pembuatan Rambak di Kedungnolo, Harni (56) mengaku, mendapat penghasilan yang terbilang lumayan dari usahanya itu setiap bulannya. Dalam sehari, ia mengaku, mampu membuat sekitar 1 Kwintal atau 3 Karung Plastik Besar kerupuk rambak yang terdiri dari 2 jenis yakni rambak kotak dan bulat. Kemudian, rambak tersebut biasanya langsung diambil oleh agen penjual untuk disetorkan ke pasar, warung hingga penjual sayur keliling.

Usaha pembuatan rambak tersebut, sudah berdiri sejak tahun 1981 dengan jumlah karyawan sebanyak 4 orang dan hingga sekarang pembuatannya masih menggunakan cara tradisional agar cita rasa dari rambak buatannya tetap terjaga.

Menurut Harni, omset penjualan rambak setiap harinya bisa mencapai 1,5 juta rupiah perhari. “Omset penjualan bisa sampai 1,5 juta rupiah perhari, untuk 1 bungkus plastik harganya Rp. 5.000,- dan untuk rambak mentah harganya Rp. 20.000,- perkilogram,” ungkap Harni.

Permodalan memang masih menjadi kendala utama bagi pengusaha kecil seperti Harni. Selain keterbatasan alat produksi, sarana pendukung seperti alat mesin pengering juga belum ia miliki. Sehingga ia pun masih mengandalkan bantuan sinar matahari dalam proses penjemuran. Tentu saja pada saat musim hujan, hal itu menjadi kendala besar dalam melakukan proses produksi rambak.

“Penjemuran masih manual pakai matahari. Sehingga kalau musim hujan produksi menjadi terbatas. Tidak bisa maksimal, Padahal permintaan pasar sangat tinggi,” keluhnya.

Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, S.E yang datang mengunjungi tempat produksi pembuatan rambak tersebut, juga meninjau dan mempraktekkan secara langsung proses pembuatannya.

Orang nomor satu dan dua di Kab Sragen tersebut, tidak segan – segan untuk mencoba menggoreng bersama serta mencicipinya.

“Rambaknya enak, renyah dan punya cita rasa yang khas,” ujar Bupati.

Kunjungan tersebut, merupakan bagian dari agenda Tilik Kembang Desa (TKD) di Kec Sambungmacan, Kamis (8/2/2018).

Tujuan TKD ke home industri ini, Bupati ingin menyerap aspirasi seluruh warga, baik itu menyangkut kendala maupun persoalan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha. Bupati dan Wakil Bupati juga mengaku akan menindaklanjuti keluhan setiap warga dengan mengupayakan solusi.

Bupati dan Wakil Bupati akan menilai setiap potensi desa, termasuk usaha kecil mikro harus terus didukung dan dikembangkan agar lebih maju. Dengan semakin berkembangnya usaha warga, maka dengan begitu kesejahteraan warga desa juga akan ikut meningkat. (Humas)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account