YANG ISTIMEWA DARI TENGKLENG WARU KEMBAR PLUPUH

Oleh : admin
07 Maret 2018
383
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Bagi anda pecinta dan penikmat kuliner, jangan anda lewatkan bila kebetulan datang atau sekedar lewat di Kecamatan Plupuh, karena di jalan Plupuh Mojosongo KM 1 terdapat warung makan Tengkleng yang khusus menyajikan masakan dari daging hingga tulang kambing muda.

        Bahan utama makanan ini adalah tulang belulang kambing yang masih terdapat sisa-sisa daging. Sekilas makanan ini hampir sama dengan gulai kambing. Namun, tengkleng memiliki perbedaan mendasar dengan gulai karena tidak dimasak dengan santan. Untuk itu, tengkleng banyak diminati karena memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibanding sate dan gulai kambing.

        Sekilas, makanan ini memang hanya terdiri dari tulang belulang kambing. Namun, jika sudah merasakannya, dijamin ketagihan. Sebab, ada kenikmatan tersendiri saat harus mencari daging kambing yang masih tersisa di tulang-tulang tersebut. Di situlah letak kenikmatan dari tengkleng.

         Warung ini hanya biasa saja dan jauh dari kesan mewah. Tempatnya kecil dan hanya menyediakan dua bangku dan kursi kayu panjang. Meski hanya warung kecil, jangan ditanya soal penggemarnya. Saat ini, banyak pelanggan yang datang dari luar Kec. Plupuh.        Warung ini buka sejak pagi hari hingga sore seperti kebanyakan warung lain. Biasanya, begitu dibuka pembeli langsung antre. Bahkan, sering kali terjadi pembeli sudah antre meski warung belum buka. Akibatnya, pembeli yang datang belakangan sering harus kecele karena sudah habis.

        Untuk menikmati tengkleng, memang ada seni tersendiri. Pasalnya, penikmat masakan ini harus memilih bagian tulang yang masih ada dagingnya. Dan untuk bisa mendapatkan sumsum yang sangat nikmat, mereka harus mengisapnya langsung dari tulang hingga keluarlah sumsum tulang yang rasanya sangat lezat.

        ”Mulai membuka usaha warung Tengkleng sejak tahun 1990 an hingga sekarang,” jelas Pak Darto. Selama ini biasanya dalam satu hari dirinya menghabiskan sebanyak enam ekor kambing. Untuk masak tulang kambing tersebut, dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Hanya saja, dirinya harus membersihkan daging dan memilih serta memisahkan daging kambing dengan tulangnya. Dia memaparkan, tulang yang masih ada tersisa dagingnya dipisahkan dari daging dan juga jeroan, seperti babat, usus dan juga lidah kambing. Hal itu harus dilakukan karena tidak semua pembeli menyukai semua bagian kambing.  Biasanya warga yang datang membeli Tengkleng tidak terikat dengan porsi.  ”Ada yang beli Rp10.000 atau Rp 30.000 untuk dibawa pulang,” ujarnya.

       Disinggung tentang rasa yang spesial, menurut Pak Darto, tidak ada resep khusus untuk Tengkleng buatannya. Bahkan, dia menuturkan resep maupun bahan tengkleng yang dia buat sama dengan masakan tengkleng warung lainnya.

        Kalau soal terkenal, lanjutnya, mungkin karena saya yang pertama berjualan di sekitar sini. Kalau bicara rasa, menurutnya semua itu penilaian dari masyarakat. Yang jelas, tengkleng buatannya sama dengan yang lain. Terdiri dari cacahan kepala kambing, jeroan, dan kaki kambing yang dimasak selama dua jam.

       Bagi anda yang sedang tidak dalam program diet silahkan mampir dan menikmati kelezatan masakan tengkleng di warung Waru Kembar milik Pak Darto ini.


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account