Senin Ini, MK Menanti Terpilihnya Ketua Baru

Oleh : admin
02 April 2018
192
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan hakim konsitusi akan menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk memilih ketua Mahkamah Konstitusi ( MK) periode 2018-2020. Berdasarkan agenda MK yang diterima Kompas.com, rapat untuk memilih ketua baru MK tersebut akan digelar pada Senin (2/4/2018) mulai pukul 08.30 WIB. Sementara itu pelantikan ketua MK yang baru akan dilangsungkan pada hari yang sama mulai pukul 15.00 WIB di Gedung MK. Pemilihan ketua MK yang baru ini dilakukan lantaran Arief Hidayat telah mengakhiri masa jabatannya sebagai hakim konsitusi periode 2013-2018. Meski telah dipilih kembali dan mengucap sumpah jadi hakim konsitusi periode 2013-2018, namun jabatan Arief sebagai ketua MK tetap berakhir.

Hal tersebut mengacu kepada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 dan Pasal 2 Ayat 6 Peraturan MK Nomor 3 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MK. MK dipastikan akan memiliki ketua baru sebab Arief Hidayat tidak bisa maju lagi jadi Ketua MK. Arief Hidayat juga tidak lagi memiliki hak untuk dipilih sebagai ketua MK. Ini disebabkan Arief sudah dua kali dipilih sebagai ketua MK, yakni pada 2015 dan 2017 lalu. Aturan ini sesuai dengan Pasal 4 Ayat 3a UU MK dan Pasal 2 Ayat 6 PMK Nomor 3 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MK.

Nantinya, sembilan hakim konsitusi akan mengambil keputusan secara musyawarah mufakat dalam rapat tertutup untuk umum. Lantas bagaimana bila tak mencapai mufakat? Jika demikian, maka pengambilan keputusan akan melalui pemungutan suara dalam rapat terbuka untuk umum Saat ini ada sembilan hakim konsitusi. Mereka adalah Arief Hidayat, Anwar Usman, Maria Farida, Wahiduddin Adams, Aswanto, I Gede Pasek Palguna, Suhartoyo, Manahan Sitompul, dan Saldi Isra. Hakim-hakim tersebut, kecuali Arief Hidayat, memiliki peluang yang sama memimpin lembaga peradilan yang kerap disebut sebagai pintu gerbang akhir penjaga tegaknya konstitusi tersebut.

Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Bayu Galih

https://nasional.kompas.com

 

 


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account