BELANJA DI PASAR TRADISIONAL LEBIH BANYAK UNTUNG, BISA TAWAR MENAWAR BARANG, DAN MEMBANTU WARGA

Oleh : humas
06 April 2018
289
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Sragen – Dalam rangka menciptakan pasar rakyat bersih, aman dan nyaman Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakil Bupati Sragen pagi tadi meresmikan 2 pasar Tradisional yakni Pasar Sumberlawang dan Pasar Kebonromo yang diselenggarakan di Halaman Parkir Pasar Sumberlawang, Jumat (06/04)

Kegiatan peresmian Pasar Sumberlawang yang direvitalisasi dengan menggunakan dana APBD 2017 sekitar Rp. 14,3 M, diawali dengan senam bersama dan dilanjutkan dengan kirab pedagang dari brak sementara ke Pasar baru Sumberlawang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG), UN. Sugihartono, S.E., M.M dalam laporannya menyampaikan tujuan revitalisasi pasar rakyat yang ada di Kab Sragen selain menciptakan pasar yang sehat juga untuk menopang perekonomian Kab Sragen.

“Dengan jumlah pedagang sebanyak 826 orang, saya berharap bisa membantu stabilitas pangan, mendorong perekonomian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sragen khususnya masyarakat di Sumberlawang.” Jelas Kepala Disperindag.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa banyak  pasar tradisional terancam dan kurang diminati warga, karena lingkungannya kumuh, berbau dan tidak sehat. Selain itu, menjamurnya toko-toko modern hingga pelosok desa, juga menjadi ancaman pasar tradisional. Dengan keadaan itu, adanya revitalisasi tersebut diharapkan mampu menggairahkan pasar rakyat, sehingga stigma kumuh dan bau mampu ditepis.

“Dengan adanya revitalisasi pasar, mampu menarik para pembeli untuk kembali membeli kebutuhan di pasar tradisional. Dimana, pasar rakyat kini lebih bersih, bangunannya lebih nyaman dan untuk segi harga pun juga lebih murah, karena bangunan tersebut disubsidi langsung oleh pemerintah”, Ungkap Bupati.

Pemkab Sragen akan berusaha semaksimal mungkin membangun dan memperbaiki pasar tradisional sehingga lebih layak dan jauh dari kesan kumuh. Selain itu, perizinan pendirian minimarket dan pasar modern ditekan seminimal mungkin. "Belanja di pasar tradisional lebih banyak untungnya, Selain bisa tawar menawar barang, sekaligus membantu perekonomian warga" imbuhnya.

Kedepan, Bupati Sragen Pemkab Sragen akan terus membangun dan merevitalisasi pasar tradisional yang ada. Saat ini Sragen memiliki total 47 pasar tradisional dan sekitar 30 persennya sudah direvitalisasi. "Secara bertahap seluruh pasar nanti akan dibangun. Tentunya dengan skala prioritas menyesuaikan ketersediaan anggaran,"

Persemian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, dan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Bupati Sragen didampingi Wakil Bupati dan Sekda Sragen Drs. Tatag Prabawanto,M.M.

Usai peresmian, Bupati, Wakil Bupati Sragen dan seluruh pejabat Pemkab Sragen berkeliling  didalam pasar dan belanja sejumlah barang di pasar terbesar di perbatasan Sragen-Grobogan tersebut. (Humas)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account