YANG TETAP EKSIS DARI SIDOHARJO, GROUP KARAWITAN MUDHO LARAS

Oleh : admin
11 April 2018
118
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SIDOHARJO - Pada jaman dahulu Karawitan hanya tumbuh dan dikembangkan di dalam lingkungan keraton. Bahkan para bangsawan dan kerabat Keraton boleh dikatakan wajib menguasai bidang Karawitan, Tembang dan Tari.
Bagi masyarakat luas yang tinggal di luar keraton tidak dapat mempelajari Karawitan dengan metoda menabuh Gamelan yang baik dan benar. Dengan semangat yang tinggi, mereka belajar sendiri sesuai dengan suara Gamelan yang pernah didengarnya dari dalam Keraton. Karawitan yang tidak memakai metode menabuh yang baik dan benar ini, disebut Karawitan Alam. Pada jaman sekarang, Keraton bukanlah satu-satunya sumber pengembangan seni karawitan. Untuk mengembangkan seni karawitan, telah banyak didirikan pendidikan formal seperti PMKT, STSI yang memberikan pedoman dan Metoda Karawitan yang baik dan benar.

Pengembangan seni karawitan dapat pula dilakukan melalui Radio, TV dan media elektronik lainnya. Disamping itu telah banyak pula kelompok-kelompok Karawitan yang telah mampu mengembangkan karawitan dengan baik dan benar. Oleh karena itu sangatlah disayangkan kalau masih ada Karawitan Alam yang tidak mau mengikuti metode menabuh gamelan yang benar.
Pada jaman serba modern sekarang ini, banyak yang ingin mengambangkan Musik Gamelan (diatonis) dengan musik pentatonis. Namun perpaduan dua jenis musik tersebut masih bersifat kreatif saja, belum dapat dijadikan suatu musik baru, karena keduanya tidak dapat difungsikan mutlak secara bersama-sama.

Karawitan dikenal sejak jaman Kalingga, pada jaman raja Syailendra. Tentu saja peralatannya (ricikan) masih sangat sederhana. Intonasi nada yang ada masih sederhana pula. Sejak jaman Syailendra itulah dikenal alat musik tradisional (gamelan), yang sampai sekarang dikenal dengan gamelan Slendro, dalam satu oktaf dibagi 5 nada, yaitu : 1,  2,  3,  5,  6.

Pada jaman Majapahit, seni karawitan telah berkembang dengan baik, walaupun peralatannya masih sangat sederhana. Gamelan berlaras Slendro telah dikembangkan pula dengan gamelan laras Pelog, yang dalam satu oktaf dibagi 7 nada, yaitu : 1, 2, 3, 4,  5, 6, 7.
Pada jaman Mataram, dua jenis gamelan yang masih sangat sederhana tersebut mulai dilengkapi dengan alat (ricikan) baru sebagai penunjangnya, sehingga ricikan lebih banyak dan lengkap seperti yang ada sekarang ini.
Pada jaman Mataram ini pula, dua jenis gamelan tersebut (Pelog dan Slendro), disatukan menjadi satu satuan musik yang saling berkaitan dan saling melengkapi.

Di Wilayah Sragen, group kesenian karawitan boleh dibilang langka, hanya segelintir group yang masih eksis. salah satunya adalah Karawitan Campursari MUDHO LARAS yang beralamat di desa Pijilan, Jambanan, Sidoharjo, Sragen Pimpinan Bpk. RUSLAN ABDULGANI (Mbah Modhin) Jambanan. Seiiring perkembangan group ini pun berkembang menyesuaikan pasar dengan menambah beberapa alat musik dalam gamelannya.
Himgga akhirnya banyak orang menyebut group ini sebagai Campursari karena sudah tidak murni lagi menggunakan gamelan. Karawitan MUDHO LARAS  asal Sidoharjo Sragen ini telah sukses masuk dapur rekaman.  Puluhan  album kelompok musik ini sudah diproduksi dan cukup laris dipasaran.

Kelompok musik ini masih mengandalkan aliran musik jawa walaupun kadang juga bisa memainkan aliran musik lain seperti campursari dangdut. Banyaknya kelompok musik di Sragen ternyata belum banyak mengalami penurunan omset. Minimal 5 hingga 10 kali pentas rata-rata pentas dalam sebulan. Pesanan tampil pentas sebagian besar datang dari orang yang punya hajat seperti resepsi pengantin, pesta kelahiran anak dan acara syukuran. Untuk menghidupi kru dan anggotanya, pimpinan kelompok ini membebaskan mereka menerima order dari kelomok lain di luar jadwal manggung. Sehingga para kru merasa nyaman bergabung dengan kelompok ini.

Beberapa hits yang telah ditelorkan oleh Kariwitan campursari MUDHO LARAS antara lain pacobaning urip, kalulut dan ratapan si buta. 

sumber :

Bpk. Ruslan Abdulgani

http://cakdurasim.blogspot.co.id

http://www.sragenkab.go.id


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account