SENI DAN PASSION DALAM SEPOTONG KEBAYA

Oleh : kominfo
12 April 2018
116
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SIDOHARJO - Kebaya identik dengan keanggunan dan keluwesan wanita Indonesia. Jika di masa lalu, kebaya merupakan pakaian sehari - hari para wanita Jawa lengkap dengan jariknya, kini kebaya menjadi pilihan dalam setiap acara resmi keluarga hingga even even kenegaraan. Kebaya, menjadi busana yang selalu terpelihara keberadaannya.  Bahkan kini , berbagai kreasi kebaya baik tradisional maupun modern, tak habis menginspirasi kancah mode Nusantara.

Di Bumi Sukowati ini, kebaya masih selalu menjadi pilihan dalam berbagai kesempatan. Tangan-tangan dingin penjahit kebaya masih menjadi andalah para wanita yang ingin tampil sempurna di hari istimewa mereka. Salah satu desainer kebaya di Sragen, berasal dari Dusun Karang Tengah Kelurahan Singopadu Kecamatan Sidoharjo.

Adalah Wiji Lestari ( 43 ) yang selama 15 tahun belakangan ini menekuni adi busana khusus kebaya. Passion dan talentanya total tercurah dalam setiap desain kebaya karyanya. Tak heran, kliennya berasal dari berbagai daerah, tak hanya dari Bumi Sukowati saja.

Workshop sederhana di bagian depan rumah tinggalnya, menjadi ajang Wiji  Lestari menumpahkan kreatifitas. Ibu satu orang putra ini mengaku, menjahit kebaya bukan hanya tentang uang, namun juga kepuasan batin. Ketika kebaya karyanya dipakai dan terlihat indah pada sebuah perhelatan, ada kebanggan tersendiri yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Sebagai desainer kebaya, pengagum Anne Avantie ini mengatakan, ia harus memiliki kepekaan terkait model kebaya dan bentuk tubuh kliennya. Kebaya yang baik, akan membuat shape tubuh pemakainya semakin indah. Ia juga harus memahami, model kebaya yang dapat menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan kliennya. itulah sebabnya. kebaya hasil karya Wiji Lestari selalu pas dan enak dilihat.

Hal ini diamini oleh Endang ( 45 ). Bertahun-tahun menjadi pelanggan setia kebaya karya Wiji Lestari, dirinya mengaku puas. “ Kebaya jahitan Mbak Wiji ini pasti langsung pleg di badan,” katanya di sela konsultasi model kebaya pesanannya. Endang mengakui ketepatan Wiji Lestari mendesain kebaya yang pas untuk dirinya. Ia pun tak segan merekomendasikan Wiji Lestari kepada teman dan kerabat yang perlu menjahitkan kebaya. Dan hasilnya, mereka juga puas akan hasil karya kebaya Wiji Lestari.

Wiji Lestari tak mengalami kesulitan ketika memadupadankan berbagai bahan kebaya. Selain karena ia sangat memahami sifat dan karakteristik bahan, perempuan berperawakan mungil ini mengaku sangat mencintai pekerjaannya. Mayoritas kliennya menyerahkan model kebaya kepada kreatifitas Wiji. Berbekal skill dan pengetahuan formal yang didapatnya dari  sebuah Sekolah Desain di Karanganyar, hasil akhir kebaya karya Wiji Lestari selalu mendapatkan apresiasi positif.

“ Kebaya adalah jenis baju yang terikat pada tenggat, “ ujar Wiji. Semua kebaya yang dipesan adalah kostum resmi pada even perhelatan, baik untuk pengantin maupun keluarga. Inilah yang membuat dirinya dan empat orang rekan yang membantu, harus sering bekerja ekstra, terutama di waktu-waktu tertentu seperti musim hajatan.

Keindahan hasil karya Wiji Lestari tersebar dari mulut ke mulut. “ Belum sempat pasang plang  sudah selalu banyak pesanan nih ,” seloroh Wiji. Ia berharap, kreasi kebaya di bumi Sukowati semakin kaya, dengan banyaknya ragam budaya seperti motif-motif batik khas Bumi Sukowati . _diskominfo


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account