MOMENT HARI KEBANGKITAN NASIONAL DENGAN DEKLARASI MELAWAN TERORISME

Oleh : humas
21 Mei 2018
148
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen melakukan ikrar dan doa bersama melawan teroris, Minggu (20/5) sore. Acara yang digelar di Alun-alun Sasono Langen Putro  tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai ormas, baik dari NU, Muhammadiyah, MUI, komunitas, LSM, dan berbagai organisasi lintas agama. Tampak hadir pula Sekda Tatag Prabawanto, Kapolres Sragen, Kepala Badan Kesbangpol.

Kegiatan ini menunjukkan masyarakat Sragen siap melawan aksi terorisme dan mengutuk aksi terorisme yang banyak meresahkan masyarakat dan mendukung aparat dalam upaya menumpas aksi terorisme. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, orasi kebangsaan, baca puisi dan ditutup dengan doa bersama. Setiap ormas yang datang, berkesempatan menyampaikan orasi untuk menunjukkan semangatnya melawan terorisme.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan hal ini menegaskan bahwa ini jelas semua menolak aksi terorisme. Dia menegaskan tidak ada satu agama pun yang mengajarkan pembunuhan dan sling menjelekkan.

"Momentum ini sekaligus bersamaan dengan hari kebangkitan nasional, semoga dari alun alun sasono langen putro ini menjadi bukti masyarakat Sragen tidak takut dengan teroris," tegasnya.
“Semua ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dalam mendukung tugas TNI dan Polri dalam menjaga keutuhan dan keamanan negeri ini”,  imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengungkapkan deklarasi ini adalah sikap batin dan sikap mental dalam melawan aksi terorisme.

“Kita membutuhkan tindakan yang nyata dan sikap kewaspadan, kita bangun kepedulian di lingkungan masing-masing mulai dri RT, apabila ada kelompok  warga masyarakat yang melakukan tindakan yg tidak dibenarkan harap segera melaporkan ke aparat”, ujarnya.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan benang merah dari teroris adalah memiliki  sikap intoleransi, oleh karena itu mari ita kembangkan sikap tolerasni antar umat beragama, antar suku bangsa, antar golongan dan kelompok.
“Semua itu adalah wujud warisan budaya leluhur kita saling menghormati, saling tenggang rasa, saling menghargai perbedaan”, jelasnya. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account