NASABAH SI REMAN BISA BAYAR BIAYA PERIKSA PAKAI SAMPAH

Oleh : kominfo
22 Mei 2018
167
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

MASARAN- Pemanfaatan sampah yang selama ini dikenal, biasanya tak jauh dari daur ulang. Namun sampah di Desa Karangmalang Masaran Sragen, dapat digunakan untuk membayar biaya fasiltas pelayanan kesehatan dari klinik setempat.

Inovasi cerdas ini  berawal dari kreatifitas anggota Karang Taruna, yang diprakarsai Sri Wulandari (30) . Ditemui di kediamannya, Wulan, begitu wanita muda ini akrab disapa, mengisahkan keinginan almarhumah ibunya, untuk memanfaatkan barang yang sudah terbuang. Belum sampai niat itu terlaksana, sang Ibu jatuh sakit, dan Tuhan berkehendak memanggilnya.

Keinginan almarhumah kala itu disambut baik oleh Kepala Desa setempat, Suyamto. Bersama pemuda pemudi karang taruna, mulailah digalakkan Bank Sampah, sejak setahun belakangan ini. Bank Sampah RESIK MANDIRI ( Si REMAN ) , demikian Bank Sampah ini disebut. Wulan mengatakan, dari 170 kepala keluarga, sekitar 30 KK diantaranya aktif menjadi nasabah Bank Sampah.

Mereka juga megedukasi masyarakat untuk memisahkan jenis sampah, sesuai kategorinya.  Hal ini untuk memudahkan penanganan sampah di tahap selanjutnya oleh enam anggota karang taruna yang bertugas.“Untuk membantu nasabah yang berusia lanjut, kami biasa jemput bola,” kata wanita yang juga bekerja sebagai tenaga medis di salah satu rumah sakit swasta di Sragen ini. Anggotanya rutin mendatangi rumah-rumah warga untuk mengambili sampah yang akan ditabung.

  “ Nasabah ini menabung sampah, dan memiliki buku tabungan yang nominalnya uang,” tambah Wulan. Uniknya, nasabah Bank Sampah Si REMAN dapat menggunakan saldo tabungannya utuk membayar pelayanan kesehatan di Klinik setempat. Pihaknya bekeja sama dengan Klinik Panggih Griya Husada, yang bersedia menerima pembayaran pelayanan kesehatan mereka dari saldo Bak Sampah. “ Misalnya, ada yang khitan, biayanya Rp.300.000. Jika saldo Bank Sampah nya ada Rp.200.000 misalnya, warga tersebut hanya tinggal membayar Rp. 100.000, dan pihak Klinik masih akan memberikan diskon 10%,” jelas Wulan.

Selain memberikan keuntungan bagi nasabah Si REMAN, tangan dingin para anggota karang taruna berhasil menyulap barang yang semula terbuang, menjadi produk bernilai ekonomi. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas yang masih bisa diolah, menjadi berbagai kerajinan. “ Kegiatan kami ini didukung seluruh warga, “ kata Wulan. Misalnya, pengusaha sangkar burung yang banyak terdapat di daerah itu, akan dengan senang hati meminjamkan peralatan air brush nya untuk menghias kaleng bekas dan berbagai barang yang masih bisa dimanfaatkan. Untuk barang yang tidak bisa diolah, mereka juga didukung oleh pengepul barang bekas.

Wulan memasarkan barang kerajinannya melalui media sosial facebook dan instagram. Menurutnya, selama ini pihaknya sudah cukup kewalahan melayani pesanan. Misalnya, tempat sampah dari kaleng bekas, banyak dipesan oleh sekolah-sekolah, dengan jumlah yang cukup banyak sekali pemesanan. Pot bunga, celengan, dan berbagai produk kerajinan cantik juga banyak dipesan oleh para ibu rumah tangga dan pelajar.

“ Kami masih harus banyak belajar, untuk semakin membuat kegiatan ini bermanfaat bagi warga sekitar kami, “ pungkas Wulan. _diskominfo


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account