Emping Garut, KLETHIKAN SEHAT PENGHILANG PENAT

Oleh : kominfo
24 Mei 2018
107
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

GESI - Emping garut memiliki daya tarik tersendiri di tengah berbagai jenis makanan modern pada saat ini. Cara pengolahannya sederhana. Umbi garut yang telah dikupas, dicuci lalu direbus. Setelah matang, dipotong-potong 2 cm, lalu digepuk sampai gepeng. Setelah itu, dijemur, lalu dibumbui dan digoreng. Emping garut yang renyah dan lezat siap dinikmati.   

 

Pionir Pembuat Emping Garut

Sekitar 14 km arah utara dari pusat kota Sragen, tepatnya di dusun Wahyu Rt 04 A Desa Blangu Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen terdapat industri rumah tangga yang membuat emping garut. Adalah Ny. Henry Sukarno (56) yang mempelopori berdirinya industri rumah tangga ini 29 tahun silam. Semula, ia hanya memproduksi dalam jumlah kecil dan berskala produk rumah tangga. Sedikit demi sedikit, produknya mulai dikenal masyarakat.

Dibawah tajuk Emping Garut ”Sumber Rejeki”, produk Ny. Henry  telah menembus pasaran sampai ke luar kota di Jawa Tengah, bahkan beberapa kota di Jawa Timur. 

 

Emping dari Garut Pilihan

Untuk memproduksi 1 kg emping garut mentah, diperlukan 5 kg umbi garut. Sedangkan 7 kg umbi garut dapat menghasilkan 1 kg pati garut.

Di Kecamatan Gesi terdapat lebih dari 100 pengrajin emping garut. Untuk tetap eksis di tengah persaingan,  ”Kami sangat menjaga kualitas produk yang kami hasilkan,” kata ibu dua putra ini. Dia mencontohkan, hanya garut pilihan yang digunakannya untuk membuat emping.

 ” Emping berkualitas terbaik memiliki serat yang tidak kasar,” tambahnya. Jenis ini, tipis dan terasa renyah bila dikunyah, dan tidak menyisakan serat garut yang khas di mulut. Maka dari itu, harganya relatif lebih mahal.Ny. Henry mematok harga Rp. 18.500,00 per setengah kilogram untuk jenis ini.  Untuk jenis yang lebih tebal namun tidak menyisakan serat, Ny. Henry memasang harga Rp. 17.500,00 per setengah kilogram. Sedangkan emping yang menyisakan serat di ahir kerenyahannya, adalah yang paling murah, yaitu Rp. 12.000,00 per setengah kilogramnya. 

Emping keluaran Ny. Henry juga digoreng dengan menggunakan minyak goreng pilihan.  Alhasil, walau tidak menggunakan bahan pengawet dan penyedap masakan, emping ini memiliki rasa lezat dan tahan lama atau tidak cepat tengik.

Selain emping, home industri ini juga membuat pati garut. Bahan yang berkhasiat menyembuhkan penyakit maag ini dijual Rp. 16.000,00 per setengah kilogram. Pati garut ini juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan kecil, bubur,mie, keripik, kerupuk, bahkan kue tart.

 

Kendala bahan baku

Ketika _diskominfo mendatangi rumah yang sekaligus menjadi pusat usahanya, tampak puluhan karung emping garut siap edar berjajar rapi di ruang tengah. Masih banyak lagi emping garut yang sedang dijemur di bawah terik matahari. Di tungku, ada beberapa panci besar berisi garut rebus siap gepuk. Seorang kerabat Ny. Henry tampak sibuk menggepuki  garut rebus itu di sudut rumah. Hasilnya, garut-garut gepeng terlihat tharik-tharik  di sekitar tempatnya duduk.

Beberapa tumpukan umbi garut yang telah dipisahkan menurut ukurannya, juga tampak tertata rapi di sisi lain rumah itu. Melihat pemandangan ini, tak terbayangkan darimana saja umbi garut sebanyak itu berasal. Juga betapa tiap keping emping ini lahir dari buah ketelatenan.

Ternyata,  pengrajin emping garut tak dapat menjalankan usahanya sepanjang tahun. Pemandangan tumpukan umbi garut yang melimpah seperti yang terlihat sekarang ini, tak terjadi setiap waktu.  Umbi garut sebagai bahan utama pembuatan emping garut, hanya ada  mulai bulan Juni sampai sekitar bulan Oktober. ” Adanya musiman, mbak,” ujar wanita ramah ini. Akibatnya, permintaan konsumen tidak selalu dapat terpenuhi di luar bulan itu. ” Seringkali konsumen kecele  karena memang bukan musim garut, dan kami tidak memproduksi emping maupun pati,” tambahnya.

Bahan baku garut diperolehnya dari para petani garut yang banyak terdapat di kecamatan sekitar. Ketika bahan baku masih tersedia, yang dapat mereka lakukan adalah memproduksi emping dan pati garut sebanyak mungkin, sampai stok bahan baku tak didapatkan lagi. Tidak ada masalah, kata Ny. Henry,  menyetok emping garut maupun pati dalam waktu tak terbatas.”Kadar air yang rendah membuat jenis komoditi ini mampu bertahan lama,” imbuhnya. Persediaan ini setidaknya dapat memenuhi kebutuhan akan emping garut yang diperlukan konsumen, sampai emping garut benar-benar menghilang dari pasaran. Konsumen yang  ingin mendapatkan emping garut ketika itu, harus menunggu sampai musim garut tahun berikutnya.

Kendala tak tersedianya bahan baku ini mau tidak mau harus diterima oleh para pengrajin emping garut. Mereka sama sekali tidak punya pilihan lain, selain melirik usaha lain saat garut tak sedang musim.

 

 

Bantu entaskan kemiskinan

Dulu, Ny. Henry memiliki beberapa karyawan dalam menjalankan usahanya. Sekarang, mereka memproduksi sendiri emping garut di rumah mereka masing-masing. Saat ini, selain memproduksi sendiri, Ny. Henry juga bertindak sebagai pengepul bagi 30 orang pengrajin anggota kelompok ” Sumber Rejeki” di daerahnya. Saat ini ada sekitar lima orang pengepul, yang mengumpulkan hasil olahan dari pengrajin. 

”Daripada ibu-ibu ngerumpi di rumah, sambil bikin emping garut kan ada hasilnya,” kata istri dari Sukarno, pensiunan guru seni rupa SMPN 5 Sragen ini. Dengan menjalankan usaha pembuatan emping dan pati garut, masyarakat di sekitar desanya dapat menambah penghasilan mereka, disamping mata pencaharian utama mereka masing-masing.

Dengan demikian, secara tidak langsung, Ny. Henry membantu masyarakat sekitar untuk menciptakan lapangan pekerjaan, yang pada giliranya akan mengentaskan mereka dari kemiskinan.

 

 

Klethikan sehat

Bagi penggemar emping, emping garut ini dapat menjadi alternatif camilan yang sehat. Non kolestrol, mengandung serat, protein, dan berkalori. Sungguh makanan yang enak dinikmati sambil bersantai, atau sebagai suguhan bagi tamu. Berbeda dari emping biasa yang dapat mengakibatkan pegal dan nyeri sendi bagi penderita penyakit tertentu, emping garut tidak menimbulkan efek samping bila dimakan, selain rasa kenyang. ”Emping ini malah bisa menghilangkan capek dan penat lho mbak,... apalagi kalau makannya sambil dipijeti...ha..ha..ha,” pungkas wanita berparas manis ini sambil tertawa._diskominfo


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account