ABON SAPI MEKAR WANGI DARI MIRI

Oleh : kominfo
28 Mei 2018
113
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

MIRI-  Abon. Siapa yang tak mengenal jenis lauk serbaguna ini. Taburan pelengkap makanan yang berbahan dasar daging sapi ini telah akrab di lidah orang Indonesia. Rasanya khas, memanjakan lidah baik sebagai pelengkap lauk maupun berdiri sendiri sebagai teman nasi. Kuliner nusantara, berpadu harmonis dengan rasa gurih-manis yang terdapat pada serat-serat lembut abon. Jenis panganan inipun kerap menjadi andalan ibu-ibu yang ingin menyediakan lauk praktis dan cepat untuk keluarga.

Di Dukuh Bulu Desa Doyong Kecamatan Miri, ada home industri pembuatan abon sapi. Adalah Winarno ( 34 ) yang sejak tahun 2007 menekuni usaha pembuatan abon sapi.  Abon sapi bertajuk “Mekar Wangi” produksinya, lebih banyak dipasarkan ke Jakarta dan Bekasi. Meski ada sebagian yang dilempar ke pasaran Sragen dan sekitarnya.

“ Kebetulan kami saat ini sedang berhenti produksi karena bertepatan dengan bulan puasa,” kata Winarno ketika ditemui di kediamannya. Ketika hari-hari produksi, dirinya dapat menghasilkan 1,5 kwintal abon sapi dalam sehari. Seminggu, ada empat sampai lima hari produksi. “ Satu hari mengerjakan, dua hari libur,” imbuhnya. Ada tujuh orang tenaga pengrajin yang membantunya memproduksi abon sapi.

Winarno mengatakan, abon sapi terbaik berasal dari daging sapi bagian paha belakang. Memiliki serat besar-besar, bagian ini  lebih mudah diolah menjadi abon. Proses keseluruhan pembuatan abon sapi memakan waktu dua hari. Pertama kali, daging sapi direbus semalaman. Kacang tanah sebagai campuran abon juga disiapkan. Besoknya, daging digiling dan dicampur dengan kacang , lalu direndam di dalam bumbu. Bumbu abon terbilang cukup sederhana. Bawang putih, kemiri, ketumbar, santan kelapa, gula pasir, dan gula jawa, ditambah garam dan penyedap, dihaluskan dan digunakan sebagai marinade.  Daging direndam semalaman di dalam bumbu hingga meresap ,lalu ditiriskan  untuk kemudian digoreng. Proses penggorengan ini harus sangat diperhatikan, agar abon benar-benar kering. Abon yang baik, memiliki tekstur lembut. Sedangkan kadar air dibuat seminimal mungkin untuk membuat masa simpan abon cukup lama.  

Bapak dua anak ini menambahkan, abon produksinya dikemas dalam kemasan plastik 1 ons dan ¼ kilogram. Per kilonya, Winarno membandrol abon sapinya seharga Rp. 70.000,00. Rasa abon produksi Kecamatan Miri ini boleh diadu. “ Abon kami selalu ludes setiap kali diproduksi,” pungkas Winarno. _ diskominfo


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account