WUJUDKAN KABUPATEN LAYAK ANAK DENGAN GERAKAN AYO MENGAJI DAN BELAJAR

Oleh : humas
06 Juli 2018
223
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN — Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui Gerakan Ayo Mengaji dan Belajar sekaligus mengimplementasikan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Sragen, Pemkab Sragen mengeluarkan kebijakan baru berupa “Gerakan Matikan TV, Matikan HP, Ayo Mengaji dan Belajar” pada pukul 18.00 – 20.00 WIB, Kamis (05/07).

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati sebagai bentuk komitmen Pemkab Sragen untuk mewujudkan Kabupaten Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak.

“Seluruh elemen masyarakat supaya melaksanakan gerakan pada pukul 18.00 – 20.00 WIB untuk mematikan TV, matikan HP. Waktu itu harus digunakan untuk mengaji dan belajar,” terang Bupati.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sragen Nomor: 451/34/2018, tanggal 5 Juli 2018 tentang Gerakan 18.00-20.00 Matikan TV, Matikan HP, Ayo Mengaji dan Belajar. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para kepala dinas/badan, pimpinan vertikal BUMN/BUMD, Camat, kepala desa/kelurahan hingga ketua RT/RW se-Kabupaten Sragen.

Lebih lanjut Bupati juga menghimbau kepada semua camat agar melanjutkan dan meneruskan SE ini kepada kepala desa/kelurahan untuk dapat menindaklanjuti gerakan tersebut di wilayah masing-masing.

“Semua kepala desa dan kelurahan bertanggung jawab terwujudnya gerakan tersebut. Ketua RW, Ketua RT wajib melaksanakan pemantauan secara berkala,” jelas Bupati.

Selain itu, dalam himbauannya Bupati juga menyerukan kepada semua kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Sragen agar bekerjasama dengan komite sekolah masing-masing untuk memasyarakatkan gerakan ini kepada wali murid dan peserta didik, “Semua komponen masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan gerakan ini, sehingga lebih dapat bermakna dan berdaya guna.”

Bupati berharap kepada seluruh masyarakat khususnya para orangtua agar dapat bekerjasama mengawasi putra - putrinya untuk menerapkan kebijakan tersebut.

“Bapak Ibu juga harus turut mengawasi anak - anaknya untuk mematikan TV, matikan HP, Ayo mengaji dan belajar." terang Bupati.

“Kita sebagai orangtua mari bersama - sama memulai gerakan ini, inshaAllah ada manfaatnya. Dan saya harap masyarakat dapat mendukung gerakan ini, karena tanpa disambut baik oleh masyarakat maka sebuah kebijakan hanya akan berakhir seperti secarik kertas yang hanya menjadi sebuah dokumen tanpa makna dan arti." imbuh Bupati. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account