GANDENG POLTEKES SURAKARTA, BUPATI MELAUNCHING POSYANDU SEROJA DAN BONITA

Oleh : humas
29 Juli 2018
207
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN - Ditandai dengan penyerahan 500 bibit Pepaya dan 2000 benih ikan Nila kepada Kepala Desa Jambanan dan Ketua TP PKK Desa Jambanan, Pemasangan PIN dan Selempang Seroja dan penyerahan SK Posyandu Seroja, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati me-launching Posyandu Remaja Seroja dan BoNita (Kebun Ibu dan Balita) bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan (POLTEKES) Surakarta di Desa Jambanan, Sidoharjo, Sabtu (28/07).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Politeknik Kesehatan Surakarta, jajaran KA OPD, Ketua Tp PKK Sragen Ny. Retna Susanti Dedy Endriyatno, Muspika Kec.Sidoharjo masyarakat dan mahasiswa Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta.

Ketua Panitia penyelenggara, Ermina Tyas Damai menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah praktik kerja lapangan kebidanan prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta, dari tanggal 9 Juli 2018 sampai 31 Juli 2018 di Desa Jambanan.

“Dari hasil survey yang kami lakukan ada 4 prioritas masalah yaitu 70% remaja belum mengetahui tentang kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual, 50 % remaja putri belum pernah melakukan pemeriksaan HB, masih adanya balita dengan status gizi dibawah garis merah, masih terdapat 65 % lansia belum menikuti kegiatan lansia," jelas Ermina Damai.

“Untuk itu, kami membentuk Posyandu remaja Seroja dan Bonita (Kebun Ibu dan Balita) dan penggerakan lansia untuk mengikuti kegiatan lansia dengan harapan derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat dan mewujudkan generasi muda yang sehat dan berkualitas," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Kesehatan Surakarta Satino mengungkapkan “Kami kulonuwun sekaligus terimakasih atas fasilitas dukungan yang diberikan, menunjukkan perhatian pemerintah Kab.Sragen pada pembangunan kesehatan khususnya kepada mahasiswa kami.”

“Program kami lebih fokus pada program pemerintah terkait pembangunan kesehatan, setiap mahasiswa yang praktek harus mempunyai kotribusi pada program pembagunnan kesehatan dimana mahasiswa tersebut melaksanakan praktek kerja lapangan, seperti Germas, olahraga, makan buah dan sayur dan program deteksi dini.”

Sementara itu, Bupati dalam Pemkab sragen menargetkan angka kematian Ibu dan Bayi di tahun ini bisa menurun, germas merupakan salah satu bagian dari kesuksesan kita dalam rangka menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi, “Alhamdulillah dengan adanya kegiatan mahasiswa yang langsung berperan kepada masyarakat, setelah ada launching ini, harapan saya kepada lurah, karang taruna, dan seluruh masyarakat untuk turut serta bertanggungjawab akan kelangsungan setiap program.”

“Jangan sampai setelah program di launching ritme kegiatannya menurun dan akhirnya tidak bisa terlaksana dengan baik, hari ini di launching, 2 sampai 3 bulan lagi kita evaluasi bagaimana kemanfaatanya, dan harus disurvey kembali.” tutupnya. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account