BUPATI DAN WABUP SRAGEN PANTAU LANGSUNG SELEKSI UJIAN PERDES 2018

Oleh : humas
07 Agustus 2018
1159
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN - Seleksi ujian perangkat desa (perdes) 190 desa Kab. Sragen dilakukan serentak di 5 lokasi berbeda, Senin (06/08).
Berdasarkan data dari Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Sragen, dari total 190 desa yang mengikuti ujian seleksi perdes kemarin, jumlah pendaftar seleksi mencapai 3.355 peserta untuk memperebutkan 574 formasi jabatan yang terdiri dari sekdes 59 jabatan, kebayan 139 jabatan, kaur 219 jabatan, dan kasi 157 jabatan.

Penyeleksian ujian tersebut langsung dipantau oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,S.E., yang dibagi menjadi dua tim Monitoring Evaluasi (Monev) pada lokasi berbeda.

Tim satu, dipimpin oleh Bupati yang didampingi sejumlah pejabat Kab. Sragen melakukan monev di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan di SMK N 1 Kedawung Sragen dengan penyelenggara pihak ketiga dari STIE AUB Surakarta.

Bupati mengungkapkan jika pelaksanaan ujian tertulis dan ujian praktik kemarin, berjalan aman, kondusif dan tenang. Dan mengatakan jika Proses selesksi dilaksanakan desa dan pihak ketiga, pemerintah daerah sendiri hanya melakukan monitoring (pemantauan).

“Kepada para peserta agar percaya kemampuan masing-masing. Kami juga minta agar tidak percaya janji oknum atau siapa pun yang mengatasnamakan keluarga terdekat bupati ataupun relawan atau kolega saya dalam bekerja,” terangnya.

“Harapan saya nanti calon perangkat desa yang terpilih betul- betul sesuai dengan kebutuhan, dapat memajukan desa dan bisa bekerjasama dengan Pemkab untuk mewujudkan Sragen menjadi lebih baik lagi” imbuhnya.

Sementara Tim dua, dipimpin oleh Wakil Bupati dan didampingi sejumlah pejabat Kab. Sragen melakukan monev di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Gajah Mada (UGM) dan di SMK N 2 Sragen dengan penyelenggara pihak ketiga dari STIE AUB Surakarta.

Wabup berharap proses penyeleksian tidak ada praktik kecurangan, “Semoga tidak ada kecurangan, kita percaya dengan integritas kampus penyelenggara.”

Pada proses penjaringan dan penyaringan perangkat desa, ada dua ujian yang diujikan pada peserta yaitu ujian tertulis meliputi, Pancasila dan UUD 45, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Pengetahuan Umum Pemerintahan Desa. Sedangkan untuk test kemampuan komputer (TKD), pengujian meliputi penguasaan dasar komputer yakni MS Word dan MS Excel.

Untuk bobot presentase seleksi yang dinilai oleh Pihak ketiga meliputi Ujian Tertulis (50%), test kemampuan dasar Komputer (20%), sedangkan yang dinilai oleh Tim Pengangkatan Desa antara lain Prestasi (10%), dan Dedikasi (20%).

Hasil pengumunan Uji Kompetensi Perangkat Desa akan di umumkan pada masing - masing Desa, Besok Rabu 8 Agustus 2018.
Diketahui, Desa Banyurip (Jenar) dan Desa Duyungan (Sidoharjo) pelaksanaan seleksi perangkat desa harus di reschedulle (jadwal ulang), akan dilanjutkan kembali setelah Kepala Desa pulang dari Ibadah Haji. (HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account