PETERNAKAN SAPI BRANGUS DARI KEDAWUNG

Oleh : admin
07 September 2018
253
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

       KEDAWUNG - Budidaya Sapi Brangus sangat populer di kalangan peternak Sragen. Pada tahun 2005, populasi sapi Brangus di Kabupaten Sragen mencapai 7.895 ekor yang tersebar di 20 kecamatan. Sapi brangus merupakan jenis sapi potong hasil persilangan dari sapi American Brahman dan Aberden Angus yang direproduksi secara inseminasi buatan/ kawin suntik. Pengembangan sapi brangus dilaksanakan dengan program kawin suntik atau IB pada sapi putih atau sapi lokal dengan semen beku dari jenis sapi Brangus/Angus. Sapi brangus merupakan salah satu yang disukai pasar karena mudah adaptasi dengan lingkungan, palatabilitas tinggi dan tahan terhadap serangan caplak. Selain itu keunikan dari sapi brangus adalah kulitnya berwarna hitam, mudah dalam pemeliharannya, bersifat keibuan, dan kandungan air susunya banyak. Makanan untuk sapi brangus adalah berupa konsentrat (jerami, bekatul, dan ampas ketela).

       Sapi brangus siap potong umur dua hingga tiga tahun (sudah termasuk masa penggemukan selama 1,5 tahun) dan berbobot kurang lebih 350 kg, biasa dilepas seharga 15 juta rupiah. Sedangkan brangus dengan bobot yang lebih berat , sekitar 500 kg, dapat mencapai 20 juta rupiah. Berat sapi tergantung pada mutu pakan dan perawatan.

       Selain itu, Sragen memiliki ketersediaan pakan ternak yang melimpah. Jaminan stok pakan sudah barang tentu menjadi hal sangat krusial dalam usaha ternak sapi. Syukurlah, hingga saat ini Sragen tidak pernah sekalipun mengalami kelangkaan pakan ternak. Malah, sebagian besar kelompok peternak Sragen kini telah memiliki kemampuan meramu pakan ternak yang manjur mendongkrak berat sapi dalam waktu singkat.

       Lokasi pengembangan di Kabupaten Sragen terletak di Dukuh Kemangi, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung. Desa ini merupakan kawasan khusus untuk pembibitan sapi brangus dengan kandal komunal. Kandang komunal merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi ternak dalam jumlah besar, melindungi dari terik matahari, hujan, angin, pencurian, dan gangguan binatang buas. Selain itu, kandang komunal memiliki aksesbilitas tinggi untuk memudahkan pengelolaan dan pemeliharaan. Terdapat 20 orang peternak sapi dengan rata-rata memiliki 3-4 ekor sapi, sehingga di Desa Wonorejo terdapat sekitar 85 ekor sapi dengan jenis varietas yang berbeda, yaitu sapi brangus, sapi limosin, dan sapi simental.

       Pemasaran sapi brangus di Desa Wonorejo dilakukan di Sragen, yaitu melalui pasar hewan atau pembeli dapat membeli langsung kepeda peternak yang tergabung dalam suatu kelompok yang bernama Kelompok Ternak Dan Pupuk “Sumber Subur” yang diketuai oleh bapak Sugimin.

       Upaya meningkatkan produtivitas sapi asal Sragen dapat dilakukan dengan memperbanyak jumlah areal peternakan. Pemerintah Kabupaten Sragen sangat terbuka kepada calon investor yang ingin menanamkan modal usahanya di bidang peternakan sapi potong. Keberadaan sumber daya alam yang subur, sumber daya manusia terampil, dan regulasi pemerintah daerah yang bersahabat dengan dunia usaha, merupakan dukungan positif bagi kegiatan investasi di bidang peternakan sapi.


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account