MUSEUM SANGIRAN KLASTER NGEBUNG

Oleh : admin
12 September 2018
109
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

       KALIJAMBE - Museum Sangiran Klaster Ngebung berlokasi di Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Situs ngebung memiliki nilai sejarah yang tak ternilai karena merupakan lokasi pertama kali dilakukan penggalian fosil manusia purba secara sistematik dengan hasil yang menakjubkan. Penemuan pada situs Ngebung berupa fosil binatang, artefak, dan sisa-sisa kehidupan manusia di masa lalu. Banyak hal yang bisa dipelajari manakala berkunjung ke klaster Ngebung. Museum ini buka pada hari selasa-minggu Jam 08.00 sampe 16.00 WIB. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk, cukup membayar parkir saja. Pengunjung bisa menambah wawasan tentang proses dari kehidupan di masa lalu.

       Museum yang berjarak ± 24,8 KM dari kota Sragen atau bisa ditempuh dengan waktu ± 48 menit. Rute alternatif melalui jalur Solo-Purwodadi, tepatnya di sebelah utara pom bensin Kalijambe terdapat perempatan dengan gapura bertuliskan Sangiran. Setelah sampai perempatan tersebut belok kanan sejauh ± 2 KM, sampur jalur bercabang lalu ambil arah kiri (arah Menara Pandang) dan ikuti petunjuk arah yang ada untuk sampai di lokasi klaster Ngebung.

       Ketika memasuki area Museum Ngebung, kita akan melihat pemandangan berupa hamparan sawah dengan pemandangan hutan jati yang masih alami. Suasana di dalam museum tersasa sangat sejuk. Bagi yang suka mengabadikan momen bersama keluarga dan sahabat, museum ini bisa dijadikan spot foto yang keren.

       Daerah Ngebung merupakan “bengkel” Sangiran atau disebut Sangiran Flakes Industry karena banyak ditemukan alat serpih atau fosil peralatan yang digunakan manusia purba di desa ini ditemukan beberapa bukti bahwa manusia pada jaman itu telah mampu membuat alat batu. Temuan alat batu pertama di Ngebung adalah serpih dari bahan kalsedon dan jasper, yang ditemukan tahun 1934 oleh G.H.R. Von Koeningswald. Berikutnya R.P Doejono menemukan kapak penetak (Chopper) dalam eskavasi tahun 1979. Penelitian tahun 1989-1994 oleh tim Indonesia-Prancis menemukan kapak pembelah (Cleaver), kapak penetak, batu pukul (Percuator), dan bola andesit (stone ball).

     Hasil penemuan itu disimpan dalam tiga ruang pamer di dalam museum Klaster Ngebung. Ruang pamer pertama menggambarkan bagaimana penemuan fosil serta penggalian di Desa Ngebung. Di sini dapat melihat bagaimana proses penggalian fosil. Kita dapat melihat banyak pekerja yang dilibatkan baik itu ahli maupun masyarakat setempat. Ruang pamer kedua terdapat beberapa lukisan penemu situs manusia purba dan potongan-potongan hasil dari penggalian serta bentuk pengobatan ramuan Cina. Ruang pamer ketiga berisikan suasana kelas yang menggambarkan sejarah dari Desa Ngebung sebagai “bengkel” (Flakes Industry). Masih diruangan yang sama namun agak masuk kedalam terdapat kerangka Stegodon atau gajah purba yang ditemukan di Desa Ngebung.


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account