PENGRAJIN PERAHU DARI BOYOLAYAR, NGARGOSARI, SUMBERLAWANG

Oleh : admin
14 September 2018
175
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

       SUMBERLAWANG - Menikmati pesona Waduk Kedung Ombo (WKO) di Boyolayar sambil melihat pembuatan perahu kayu yang digunakan untuk angkutan menuju ke keramba di area Waduk Kedung Ombo (WKO).  Pengrajin perahu yang berada di wilayah sabuk hijau Waduk Kedung Ombo (WKO) tepatnya di Dukuh Boyolayar RT. 26 dan RT. 27, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang bisa membuat perahu dari bahan kayu akasia. Menurut Harwito Ketua RT. 27 kayu akasia yang digunakan sebagai bahan baku membuat perahu didapatkan dari wilayah hutan boyolayar. Kayu akasia termasuk dalam salah satu jenis kayu yang memiliki nilai jual tinggi. Jika dilihat sekilas, warna pada permukaan kayu akasia ini sangat mirip sekali dengan kayu jati, bahkan kemiripannya bisa dikatakan 80% mirip. Tetapi kalau bicara soal tingkat kekuatan dan keawetan, jelas sekali, kayu akasia masih di bawah kayu jati. Untuk 1 (satu) perahu bisa menghabiskan bahan baku sebanyak 3 (tiga) pohon akasia dan dikerjakan kurang lebih selama 1 (satu) minggu.

       Perahu dari kayu akasia dibuat dibuat dengan panjang 6 meter lebar 0.8 meter dan digerakkan dengan mesin diesel, dengan full plamir dan di cat sesuai permintaan pelanggan. Perahu dibuat dengan tebal papan 2,5 cm, tebal gading 5 cm dan 6 cm. Biasanya perahu untuk membawa penumpang dengan kapasitas 3 sampai 4 orang ini di bandrol dengan harga Rp. 3 juta. Jadi perahu jenis ini tidak bisa untuk membawa wisatawan mengelilingi Waduk Kedung Ombo (WKO) karena untuk membawa wisatawan harus dengan perahu yang lebih besar. Semoga pengarajin perahu di wilayah Waduk kedung Ombo (WKO) khususnya di Dukuh Boyolayar RT. 26 dan RT. 27, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang bisa mendapatkan banyak pesanan baik dari dalam maupun dari luar kota Sragen.


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account