PERINGATI HARI PEDULI AUTIS SEDUNIA, WABUP AJAK SELARASKAN EMPATI

Oleh : humas
11 April 2019
207
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

SRAGEN - "Autis bukanlah penyakit, autis juga bukan penderita, tidak tepat ada kata penderita atau penyakit kepada mereka," Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno saat membuka Sosialisasi dan Talkshow dari Pusat Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (PLABK) di Ruang Sukowati Setda Sragen, Rabu (10/04/2019).

Menurutnya, semua anak butuh kasih sayang, kesempatan untuk bermain, dan belajar tak terkecuali anak-anak berkebutuhan khusus."Jika orang biasa menjadi orang sukses sudah biasa, namun jika orang dengan keterbatasannya dapat berprestasi itu yang dinamakan sangat luar biasa," tegas Wabup.

Acara ini diselenggarakan guna memperingati hari peduli autis se-dunia yang jatuh 2 April 2019 lalu.

Mengawali acara talkshow, para undangan dihibur oleh anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sragen dengan menampilkan beberapa hiburan mulai dari tari “Galier” oleh Lisa (down syndrome), puisi “Aku” oleh Irfan (tuna daksa), dan persembahan musik angklung (tuna rungu).

Wabup Dedy Endriyatno juga mengajak seluruh elemen masyarakat membulatkan tekad agar berempati dengan memberikan perhatian yang lebih terhadap anak berkebutuhan khusus agar selalu berkarya dan menjadi lebih baik lagi.

Mengakhiri sambutannya, Wabup membacakan sebuah puisi spesial untuk anak-anak disabilitas agar terus semangat dalam melanjutkan cita-cita mereka.

Dalam laporannya, Ketua panitia sosialisai PLABK Indarwa menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sragen yang telah mau memfasilitasi acara ini.

"Tema dalam acara ini ialah "Bantu kami jadikan perbedaan menjadi bagian dari perubahan" sedangkan untuk talkshow "merangkul anak super meraih cita-cita"," ujarnya.

Indarwa menjelaskan melalui kegitan ini agar Sragen menjadi kota yang ramah anak, ramah lingkungan anak, baik di pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Hal ini diharapkan sehingga pada saat waktunya bahwa tidak ada satu anakpun yang tidak dilayani dalam pendidikan.

"Masih ada beberapa anak yang notabene kekurangan, namun karena kesibukan orang tua mereka cenderung berada di dalam rumah difasilitasi dengan game, televisi, handphone sehingga komunikasi dengan temen-temen terhambat," imbuhnya.

Pihaknya juga menyampaikan sejak Januari 2019 sekolah untuk anak berkebutuhan khusus tidak dipungut biaya alias gratis. Pada tahun 2020 baru akan mendapatkan operasional dari provinsi.

"Kami tentunya ingin bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dan Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini," tutupnya.

Dengan adanya Talkshow ini diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai model pendekatan terhadap bagaimana mendidik dan menempatkan anak pada porsinya.

Talkshow menghadirkan narasumber hebat, diantaranya Kabid Pendidikan Khusus Provinsi Jawa Tengah Padmaningrum dan penulis buku "Super Anggita" dan "Super Happy Little Show" Tri Sumarni dengan moderator Dian Nurma dan Indry. (MY_HUMAS)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account