23 anak Sragen Tahfidh Quran 30 Juz di Wisuda, Peresmian Gedung SMA Pesantren Baitul Quran Sragen

Oleh : humas
08 Oktober 2017
227
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Sragen – Pesantren Baitul Quran Sragen, yang terletak di Garut. Ds. Dawung, Kec. Sambirejo, Sragen mengembangkan sekolah dengan membangun Gedung baru untuk tingkat SMA. Gedung yang diperuntukan bagi santri SMA Science plus Baitul Quran boarding scholl tersebut terdiri dari 6 kelas yaitu 3 kelas untuk santri putra dan 3 kelas untuk santri putri diresmikan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan didampingi oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Sabtu (7/10/2017) bersamaan dengan wisuda 120 anak tahfidh Quran, 23 anak diantaranya adalah anak dari Kabupaten Sragen dan lainnya dari segala penjuru wilayah di Indonesia.

Wakil Bupati Sragen menyampaikan, “Baitul Qur’an  luar biasa dalam 4 tahun terakhir ini telah mengukir banyak prestasi disegala bidang bukan hanya dibidang keagamaan, dalam beberapa tahun saja 120 santrinya sudah menghafal Quran 30 juz”.

“Bukan hanya santri yang ada dipondok Pesantren Baitul quran saja, semoga desa dawung menjadi desa pesantren,  yaitu saya berharap semua warga desa dawung bisa menjadi santri pesantren desa dawung", lanjut wakil Bupati.

Sedangkan Bupati Sragen menyampaikan, "sebagai pemimpin Kabupaten Sragen, saya melihat beberapa potret persoalan yang sedang kita hadapi harus kita cari jalan keluar dan jawaban yang tepat".

"Saya amati salah satu jawaban dari persoalan tersebut adalah pendidikan yang baik dan berkualitas bagi anak-anak generasi bangsa, dan baitul quran menjawab tantangan itu, semoga lulusan dari baitul quran ini bisa menjaga bangsa ini agar bisa menjadi negara yang hebat, mendunia dan negara yang besar", lanjut Buoati.

Setelah diketahuinya telah terjadi peredaran obat-obatan berbahaya yaitu pil koplo dan holi di wilayah Kabupaten Sragen.

Bupati mengatakan, "Ini menjadikan Sragen dalam keadaan darurat, saya berpikir tantangan ini harus dijawab, tentu saja tidak hanya pendidikan rohani maupun jasmani tetapi pendidikan mental yang harus diberikan seperti yang dilakukan di Baitul Quran".

"Anak-anak yang sekolah disini dengan lingkungan yang kondusif, saya yakin tidak akan terpengaruh pergaulan buruk yang terjadi diluar sana, belajarlah yang giat dan setelah lulus berikan pengaruh yang baik terhadap anak-anak yang tidak beruntung bisa sekolah di Baitul Quran ini dan orang lain", harap Bupati.

Harapan Bupati  kedepan, “bahwa generasi muda disaat kita nanti mendapatkan bonus demografi di tahun 2030, semoga 250 juta penduduk Indonesia mempunyai bonus demografi diusia produktif yang luar biasa, sangat besar dan itu adalah kalian yang lulus dan diwisuda hafal 30 juz”

Dr. Muslih Abdul Karim, MA yang merupakan Dewan Pembina Pesantren Baitul Quran, menyampaikan, “hari ini kita resmikan pembangunan gedung untuk pendidikan setingkat SMA, kemudian tahun kedepan akan didirikan sekolah setingkat perguruan tinggi disini”.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Direktur Qatar Charity Indonesia, Syaikh Kareem Zain Ali Husein.

 


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account