Anak Siap Sekolah Jika Kepintarannya sudah Bersinergi

Oleh : admin
12 Oktober 2017
206
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Betapa menyenangkan rasanya saat melihat anak memanggul tas ransel, mengenakan seragam, menggandeng dan mengantarnya ke sekolah, lalu menyaksikan ia belajar menulis atau membaca bersama gurunya. Membayangkan ekspresi si kecil yang menggemaskan, seringkali bikin orangtua semakin semangat untuk segera menyekolahkan anaknya.
Di Indonesia, umumnya orangtua mendaftarkan anak ke sekolah saat mereka menginjak usia 3-5 tahun. Pada usia ini, anak-anak dianggap sudah siap untuk belajar di sekolah. Namun, jangan salah, sebenarnya kesiapan anak untuk bersekolah bukan cuma diukur dari usianya saja.

Tak salah memang jika pada usia tersebut mereka dianggap sudah bisa belajar. Sebab faktanya 80 persen otak anak berkembang pada usia 0 - 2 tahun. Masa ini disebut sebagai golden age, atau masa emas tumbuh kembang anak. Pada masa ini, anak-anak menyerap segala informasi yang ia terima. Nantinya, informasi itu akan membentuk karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif atau kepintaran akal mereka.

Nah, kepintaran akal itulah yang umumnya dijadikan orangtua sebagai tolak ukur kesiapan anak bersekolah. Contoh kepintaran akal antara lain mengenal huruf dan angka. Namun sebetulnya, bukan hanya hal umur dan kepintaran akal itu yang dibutuhkan anak untuk bersekolah. Si Kecil membutuhkan kepintaran akal, fisik, dan sosial.
Kenali 3 kepintaran ini

Kepintaran akal juga disebut dengan kepintaran mental. Kepintaran ini meliputi kemampuan anak berkomunikasi, memecahkan masalah, berpikir jernih dan kritis. Word smart, number smart, picture smart, dan music smart termasuk ke dalam kepintaran akal.
Lalu kepintaran fisik yang erat kaitanya dengan perkembangan motorik si Kecil atau biasa disebut body smart. Selain itu, kepintaran fisik juga bisa dilihat dari kepintarannya terhadap lingkungan atau sering dikatakan dalam istilah Nature Smart. Kepintaran ini juga termasuk dalam kepintaran mengeksplorasi alam.
Sedangkan kepintaran sosial merupakan kemampuan si Kecil dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan mengendalikan akan dirinya sendiri.

Ukur kesiapannya untuk bersekolah melalui 3 kepintaran ini
Nah, sinergi ketiga kepintaran ini merupakan modal yang penting untuk anak-anak mulai mengeksplor pengetahuan dan kemampuan baru di sekolah.

Lalu, bagaimana orangtua bisa mengukur kesiapan si Kecil untuk memasuki masa sekolah melalui 3 kepintaran di atas? Tentu saja dengan mengobservasi dan mengenali perilaku mereka sehari-hari. Jika si Kecil sedang dalam usia pra-sekolah, lihat kebiasaan mereka dalam bertanya. Hal itu bisa menunjukkan kepintaran akal mereka yang masih dalam tahap eksplorasi. Selain itu, perhatikan juga ketika si Kecil sedang bermain dengan teman – temannya, apakah Ia aktif secara fisik dan pandai bersosialisasi?
Orangtua pun bisa meminta opini lain dengan berkonsultasi pada dokter anak. Para ahli ini tentunya dapat memberi masukan yang baik mengenai tumbuh kembang anak. Selain itu, sebagai persiapan, orangtua juga dapat berkunjung ke sekolah yang dituju untuk mendapat gambaran mengenai aktivitas yang terjadi di sana. Selanjutnya orangtua dapat membayangkan kira-kira bisakah si kecil berpartisipasi aktif di sana?

Sebenarnya, orangtua lah yang paling tahu kapan harus menyekolahkan sang anak. Untuk memperkaya pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak dan bagaimana mengasuh mereka, tak ada salahnya untuk mengikuti Smart Parenting Workshop dengan topik “Kenali Perilaku Anak di Usia Pra Sekolah”.

Pada workshop ini, para orangtua berkesempatan belajar mengidentifikasi perilaku si kecil dan cara mendukung sinergi kepintarannya, langsung dari para ahli tumbuh kembang anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Workshop ini akan diselenggarakan di beberapa kota besar, antara lain Surabaya, 7 Oktober 2017 serta Bandung, 14 Oktober 2017.

Selain itu, di workshop ini, story teller Budi Haha bakal berbagi tips menstimulasi kepintaran si kecil melalui cerita. Tertarik hadir di seminar ini? Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0819-0506-9555 dan klik link ini. Sebagai informasi, workshop ini hanya dapat diikuti oleh 100 peserta saja. Jadi, jangan sampai kehabisan bangku, ya.

http://biz.kompas.com


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account