PRESIDEN JOKOWI TARGETKAN TAHUN 2023 MASALAH SERTIPIKAT TANAH DI JAWA TENGAH HARUS RAMPUNG

Oleh : humas
07 November 2017
92
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Sragen – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membagikan sertipikat tanah sebanyak 10.200 kepada masyarakat Kabupaten se Solo Raya kecuali Kota Surakarta. Acara tersebut dipusatkan di Stadion Taruna Sragen, Selasa (7/11/2017).

Adapun perincian sertipikat tersebut adalah Kab. Wonogiri 1.000 bidang, Kab. Karanganyar sebanyak 2.000 bidang, Kab. Sragen sebanyak 3.200 bidang, Kab. Sukoharjo sebanyak 2.000 bidang, Kab. Boyolali sebanyak 1.000 bidang dan Kab. Klaten sebanyak 1.000 bidang.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi menginstruksikan kepada  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), masalah sertipikat tanah di Jawa Tengah harus selesai pada tahun 2023. “Kalau tadi pak Menteri Agraria bilang tahun 2025 masalah sertipikat di Jawa Tengah selesai, itu terlalu lama. Saya tawar tahun 2023 sertipikat harus rampung semua,”

Jokowi menargetkan tahun 2023 masalah sertipikat tanah di Jawa Tengah harus selesai. Tahun ini seluruh Indonesia lima juta sertipikat keluar. Tahun depan targetnya harus ditingkatkan menjadi tujuh juta harus keluar sertipikatnya dan tahun 2019 menjadi sembilan juta harus keluar sertipikatnya.

Presiden menyampaikan “setiap saya ke desa, setiap saya ke daerah dari sabang sampai merauke, yang dikeluhkan adalah sengketa tanah, ada masyarakat dengan masyarakat, ada individu dengan individu, masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan pemerintah, banyak sekali, maka sertipikat penting sebagai pegangan jika terjadi sengketa”

Oleh karena itu presiden memerintahkan kepada Menteri “seharusnya seluruh Indonesia ada 126 juta bidang tanah sertipikatnya harus keluar. Tetapi sekarang baru 46 juta sertipikat. Karena rata-rata pertahun hanya 400 ribu sampai 600 ribu sertipikat yang diselesaikan, kalau kita hitung 160 tahun baru rampung”

“Biasanya setelah pegang sertipikat dijadikan agunan di Bank. Jika pinjam ke bank harus dikalkulasi betul bisa mengangsur setiap bulannya dan pilih bank yang mempunyai bunga terendah. Dijadikan agunan boleh-boleh saja, jangan untuk beli mobil biar gagah dilihat tetangga, tetapi menjaminkan sertifikat hendaknya untuk modal kerja, modal investasi. Selain itu jangan sampai meminjam pada renternir karena bunganya sangat tinggi”, pesan presiden.  

 “Indonesia ini adalah negara besar, kita memiliki 17.000 pulau, 714 suku, 1100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda, jika kita bisa bersatu maka akan menjadi potensi besar dan kekuatan besar, maka kita harus menjalin persadauraan dan persatuan diantara kita”, ujarnya.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Jalil, Menteri Pekerjaan Umum, Kapolda, Pangdam, Bupati Sragen dan Wakil Bupati Sragen (Humas).


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account