BUPATI MINTA PARA TOKOH MASYARAKAT UNTUK IKUT BERPIKIR DALAM MEREVISI RTRW TAHUN 2011 -2021

Oleh : humas
09 November 2017
82
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

 

Sragen -  Pemerintah Kabupaten Sragen menyelenggarakan acara konsultasi publik Revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Tahun 2011-2021, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (9/11/2017).

Tujuan dari revisi RTRW tersebut untuk memberikan masukan dalam menata ruang yang disesuaikan kondisi wilayah Kabupaten Sragen sekarang ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Marija mengatakan, “Revisi ini untuk menyikapi kegiatan proyek nasional diantaranya proyek jalan tol dan double trek kereta api, yang membawa dampak bagi kabupaten Sragen yang harus kita sikapi, sehingga dalam pembangunan juga harus menyesuaikan”.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah meninjau beberapa kawawan industri, maka kita harus mengoptimalkan pemanfaatan Kawasan industri tersebut”, jelas Marija.

“Di negara belanda yang wilayahnya berada 100-200 m dibawah permukaan laut, konsisten membuat tata ruang yang sangat baik, sangat peduli dengan lingkungan yaitu dilarang membuang sampah sembarangan walaupun hanya sebungkus permen dilaksanakan oleh masyarakatnya secara konsisten karena jika tidak dilakukan maka belanda akan tenggelam dengan sekejab”, terang Bupati

Lanjut Bupati, “ dalam revisi ini harus mendatangkan kemanfaatan bagi kab. Sragen. Jadi para tokoh masyarakat yang hadiri disini, saya  minta untuk berpikir bagaimana menata tata ruang yang baik, karena panjengan semua yang memiliki pengetahuan dan mengerti potensi yang dimiliki daerahnya masing-masing”.

“Kalau kita mau membangun rumah dilahan yang memang hijau, tidak mungkin saya ijinkan, karena melanggar undang-undang dan hukumannya pidana, maka dalam membangun harus sesuai dengan aturan, tetapi warga kita bandel sekali, kenapa tanah yang dibangun rumah tanah sendiri kok tidak boleh”, terang Bupati .

Bupati Mengungkapkan, “Berbeda dengan di Belanda mau membangun rumah semua ijin harus dipenuhi termasuk ijin pemasangan PDAM, Listrik, Gas, komposisi bangunannya pun ditentukan oleh pemerintah”.

“Kita ini sebagai penyangga padi, tetapi sebagai daerah penyangga padi kalau kita tidak punya zona industri, maka akan selalu tertinggal UMKnya ( Upah Minimum Kabupaten). Dikaranganyar merupakan daerah industri, sedangkan kita daerah agraris. Bagaimana kita bisa mengkombinasikan keduanya dalam revisi kali ini”, terang Bupati.

Bupati mengatakan, “Kalau jalan tol nanti sudah jadi merupakan tantangan tersendiri, bagaimana kita bisa mengambil keuntungan dengan mengambil celahnya, dalam revisi tata ruang ini. Bagaimana menata jalan utama dikabupaten Sragen termasuk pedagang kaki limanya, keindahan kotanya, kita harus menata sragen ini dengan baik, kita tidak punya kelebihan yang lebih dibanding daerah lain”.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekda Sragen, Kepala OPD, camat se Kab. Sragen, Kepala Desa/lurah se Kab. Sragen dan para tokoh masyarakat serta LSM. (humas)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account