Foto

DUKUNG GEMPUR ROKOK ILEGAL HADIRKAN KETHOPRAK BRANDAL SUKOWATI


admin | 14 Agustus 2022 | 123

SRAGEN – Sosialisasi Ketentuan bidang cukai yang diselenggarakan Dinas Kominfo Kabupaten Sragen kali ini dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Kratif (KEK) Dewi Sri Desa Sepat berdikari, Sabtu malam (13/8/2022). Dimana Kawasan terbuka tersebut menjadi tempat wisata untuk bermain bersama anak-anak dan tempat bersantai sekaligus menikmati kuliner warga Desa Sepat Kecamatan Masaran.

Kawasan yang merupakan milik pemerintah desa setempat itu awalnya adalah lahan tebu yang akhirnya dijadikan tempat wisata agar dapat membantu peningkatan perekonomian dan pendapatan asli daerah setempat.

Acara yang dimulai puku 14.00 siang dimeriahkan Reog dari Sanggar Passwetan Gondang yang dibuka oleh tarian jathilan oleh 5 orang penari wanita dengan penuh semangat yang disambut antusias penonton anak-anak,remaja hingga orangtua. Selanjutnya penampilan Reog yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat desa Sepat menggambarkan tarian Singa Barong yang bersifat agresif dan atraktif yang mampu membius penonton dengan unsur magisnya.

Walaupun sempat diguyur hujan sejak sore hari, acara yang diselenggarakan oleh Bea Cukai bekerjasama dengan Kethoprak SKETSA (Seniman Kethoprak Sukowati) semakin malam semakin ramai oleh pengunjung. Acara ini pun disiarkan secara live streaming melalui channel Kominfo Sragen sehingga masyarakat diluar Sepat yang ingin menonton dapat dengan mudah mengaksesnya.

Kethoprak dengan lakon Brandal Sukowati disutradarai oleh Arie ndayak serta dimainkan oleh pemain-pemain senior seperti Heru A.S., Harjuno Toto dan lainnya dengan bintang tamu Bogang dan Momon dari Bakar Production dan Kepruk Kethoprak Balekambang Solo.

Brandal Sukowati mengisahkan perjuangan para pejuang-pejuang (prajurit) ditlatah Sukowati dalam membantu Pangeran Mangkubumi melawan kolonial Belanda. Tentunya didalamnya terdapat sosialisasi himbauan Gempur Rokok Ilegal.

Kepala DIskomnfo Kabupaten Sragen I. Yusef Wahyudi, Rusli Nur Ahmad Pelaksana  Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Surakarta, Muspika Masaran, Kepala Desa Sepat, dan Budiono Rahmadi atau Mas Bro (Tokoh Masyarakat) hadir dalam kesempatan tersebut.

Kepala Diskominfo Sragen Yusef Wahyudi  dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini khususnya desa sepat yang telah mewujudkan  desa wisata dengan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) yang diprakarsai oleh Budiono Rahmadi yang lebih dikenal dengan nama Mas Bro.

Ia menambahkan acara ini merupakan acara yang bersinergi atau bersatu, bergotong royong untuk satu kegiatan yang terdiri dari semua unsur. Pertama dari unsur Pemerintah Desa, Kecamatan hingga Kabupaten serta tingkat Pusat melalui Bea Cukai. Dengan tujuan untuk menyosialisasikan Gempur Rokok Ilegal. Oleh Dinas Kominfo Kabupaten Sragen pihaknya berinisiatif sosialisasi ini dikemas dalam bentuk seni budaya yang ada di Sragen.

“Sragen adalah gudangnya kesenian. Dari seni karawitan, kethoprak, wayang kulit, campur sari semuanya kita ada. Dan disetiap desa disetiap kesempatan pasti ada seni budaya yang diangkat. Salah satunya adalah kethoprak. Kami Dinas Kominfo mempromosikan apa yang ada dimasyarakat agar seni budaya dapat lestari dan bisa menjadi salah satu cara untuk mempererat pesatuan dan kesatuan.”ujarnya.

Sementara Rusli Nur Ahmad dalam sosialisasinya menjelaskan saat ini marak rokok-rokok illegal yang tidak membayar cukai (pungutan negara) yang tidak ada pita cukainya. Menurutnya, yang termasuk pungutan negara adalah barang-barang yang memiliki karakteristik tertentu. Seperti konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan hidup, perlu adanya pembebanan pungutan negara demi azas keseimbangan dan keadilan.

Barang kena cukai yang lain selain rokok adalah minuman yang mengandung alkohol (miras),  ethil alkohol (untuk hand sanitizer) dan liquid vaper. Bagaimana cara mengidentifikasi rokok-rokok illegal? Harganya terpaut sangat murah dan isinya banyak.Tidak ada pita cukainya (ada hologramnya), menggunakan pita cukai bekas, namanya dipelesetekan dari rokok asli.

Ia menambahkan acara sosialisasi yang dilaksanakan pada malam ini berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai  Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana yang diserahkan kepada Daerah untuk dikelola seperti salah satunya sosialisasi. Peredaran rokok illegal di daerah Sragen dapat melaporkan kepada Bea Cukai Surakarta Jl. Adi Sucipto Colomadu Karanganyar. Atau No WA 0896 4445 0000.

 

Penulis : Mira_Diskominfo

Editor   : Yuli_DIskominfo




Berita Terbaru

Top