Peralihan Musim Hujan, Wabup Suroto Minta Masyarakat Sragen Waspada Bencana


admin | 20 Nopember 2023 | 135

SRAGEN -  Memasuki Bulan November khususnya peralihan musim yang berpotensi terjadinya cuaca ekstrim atau hujan dengan intensitas tinggi, masyarakat di Kabupaten Sragen diminta untuk waspada akan bencana.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sragen H. Suroto saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometerorologi bersama unsur Pentahelix Kabupaten Sragen Senin (20/11/2023) di Alun-alun Sragen.

“Memasuki musim penghujan memerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita semua. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sragen untuk selalu waspada, tetap berpola hidup sehat, tidak buang sampah di saluran air, lakukan pemangkasan dahan pohon yang terlalu lebat.”terangnya.

Dijelaskannya, apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi merupakan bentuk kolaborasi dalam merespon setiap kejadian bencana secara bergotong-royong. Melalui apel kesiapsiagaan bencana diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan unsur penanggulangan bencana mulai dari Camat hingga Desa/kelurahan untuk bersama-sama berkolaborasi mengidentifikasi potensi-potensi yang dapat menyebabkan bencana.

“Berdayakan peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya pengurangan resiko bencana untuk menciptakan kemandirian dan ketangguhan masyarakat di Kabupaten Sragen.”ucapnya.

Wabup menambahkan walaupun saat ini sudah memasuki peralihan musim dirinya menyebut ada beberapa kondisi wilayah yang perlu menjadi perhatian.

Seperti pemetaan wilayah kekeringan berada diutara bengawan, kemudian wilayah Sambirejo dengan tanah longsornya, pergerakan tanah di wilayah Kalijambe.

Sementara untuk menghadapi potensi bencana banjir Wabup menyebutkan masyarakat perlu mewaspadai wilayah Sragen kota, Masaran, Sidoharjo, terutama bantaran sungai Bengawan Solo.

“Walaupun beberapa wilayah Kabupaten Sragen mengalami kekeringan, yang patut disyukuri adalah Sragen masih bisa panen raya. Ketersediaan beras juga tercukupi sebagai penyangga lumbung pangan Nasional.”katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Sragen Triyono Putro mengatakan apel Kesiapsiagaan Bencana selain diikuti oleh Forkopimda Sragen juga diikuti oleh 400 orang dari unsur TNI/Polri, Camat, Kepala Desa/Kepala Kelurahan serta penggiat kebencanaan se Kabupaten Sragen.

“Sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Sragen itu siap apabila terjadi bencana. Walaupun kami berharap di Kabupaten Sragen tidak terjadi bencana. Himbauan-himbauan sudah disampaikan melalui surat edaran, sosialisasi melalui radio, dan media terutama kepada seluruh pimpinan wilayah Kecamatan dan Desa untuk mengantisipasi musim penghujan.”jelasnya.

Usai memimpin Apel, Wabup Suroto dan Forkopimda meninjau gelar kelengkapan peralatan BPBD Kabupaten Sragen untuk persiapan bencana yang bekerjasama dengan stakeholders terkait (Damkar, TNI/Polri, PMI, Tagana) antara lain perahu karet, genset, jaket pelampung dan helm rescue, tenda posko, dapur umum, tandu evakuasi, mobil rescue, senso, alat selam dan para penyelam.

 

Penulis  : Mira_Diskominfo

Editor    : Yuli_Diskominfo

Berita Terbaru

Top