Foto

Lunas PBB, Bupati Yuni Serahkan Reward dan Undi Hadiah Untuk Wajib Pajak


admin | 29 Nopember 2022 | 1320

SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah bagi para wajib pajak yang dinilai taat dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Gebyar hadiah pemacu pajak ini berlangsung di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (28/11/2022).

Acara Undian PBB tersebut sekaligus Launching Aplikasi ID Billing Centre (IBC).

Ada 58 wajib pajak yang menerima hadiah dari pemerintah setelah dilakukan undian. Mereka adalah orang-orang yang masuk dalam kategori taat pembayaran pajak sebelum jatuh tempo. Hadiah utamanya berupa empat unit sepeda motor, enam unit sepeda, 16 kulkas, 15 mesin cuci, dan 17 televisi.

Bupati Sragen, dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada desa dan kecamatan yang sudah bisa melunasi tahun ini 100 persen.


"Jadi program Gebyar Undian Pajak Bumi dan Bangunan bagi Wajib Pajak ini disamping memberikan apresiasi, sekaligus untuk menumbuhkan motivasi kepada maayarakat agar ke depan bisa taat membayar pajak," ucapnya.

Selain memberikan hadiah kepada para wajib pajak, dalam kesempatan itu juga diberikan hadiah kepada empat kecamatan dan tiga desa berprestasi atas Pembayaran PBB Tahun 2022.

Ke empat Kecamatan tersebut di antaranya, Kecamatan Jenar, Tangen, Mondokan dan Gesi, masing-masing mendapat bonus uang senilai Rp. 25 juta Sementara tiga desa yang mendapat hadiah berupa bantuan keuangan khusus (BKK) senilai Rp. 100 juta, yakni Desa Sambi (Kec. Sambirejo), Desa Slendro (Kec. Gesi) dan Desa Trombol (Kec. Mondokan).

Tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB) di wilayah tersebut tahun 2022 ini dilaporkan sudah lunas 100 persen.

Dari total 206 desa dan kelurahan yang ada, total ada 149 desa yang sudah lunas PBB 2022 sampai November ini. Sedangkan sisanya masih memiliki kekurangan.

"Untuk desa-desa yang lunas PBB pertama kali, saya apresiasi karena itu menunjukkan kinerja yang benar-benar luar biasa. Makanya Bu Bupati akan berikan BKK masing-masing Rp 100 juta. Untuk desa yang lain, kalau mau dapat hadiah ya harus berprestasi," paparnya di hadapan para Kades, camat dan pejabat OPD yang hadir.

Bupati menyebut Insentif dan BKK itu diberikan sebagai wujud apresiasi dan stimulan agar makin memotivasi desa tersebut sekaligus desa lain sehingga bisa mengikuti lunas PBB lebih awal.

Ia meminta desa-desa yang belum lunas, bisa segera mengevaluasi dan meningkatkan realisasi PBB-nya. Bupati menarget akhir Desember 2022, semua desa diharapkan bisa melunasi tagihan PBB.

Sementara aplikasi ID Billing yang dilaunching, adalah Kode Bayar terstandarisasi yang dapat digunakan sebagai kode pembayaran Retribusi Daerah dan PAD lainnya, dimanapun dan kapanpun dengan aman, nyanan, serta tepat sasaran.

"Sedangkan untuk Pajak Daerah, telah menggunakan ID Billing dalam pembayaran pajak daerah sejak tahun 2017 dan hingga saat ini telah berjalan lancar" kata Bupati.

 

Penulis : Miyos_Diskominfo

Editor : Yuli_Diskominfo




Berita Terbaru

Top