Foto

TATA KELOLA PEMERINTAHAN BERBASIS TEKNOLOGI MENJADI PRIORITAS RAPBD TAHUN ANGGARAN 2023


admin | 20 September 2022 | 76

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2023 dalam Sidang Rapat Paripurna Senin (19/9/2022) di ruang Sidang Paripurna DPRD Sragen.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno, didampingi Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Dewan serta dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sragen, Sekda Sragen dan OPD Kabupaten Sragen.

Pemantapan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi menjadi salah satu prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Sragen tahun 2023.

Hal tersebut sesuai dengan misi visi daerah Kabupaten Sragen tahun 2021-2026 “Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, efektif, terpercaya dan bersinergi dengan pelayanan publik berbasis tehnologi.”

Ia mengatakan penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2023 diarahkan untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dengan berprinsip pada pengelolaan keuangan yang baik.

Sementara kebijaksanaan belanja daerah tahun anggaran 2023 yaitu Pengelolaan Belanja Daerah dilakukan dengan prinsip Anggaran berbasis Kinerja untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan publik. Penyusunan belanja daerah memperhatikan kemampuan keuangan daerah serta memperhiungkan prediksi sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya.

Dalam RAPBD 2023 disebutkan Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 2,496 triliun. Dengan rincian Belanja Operasional sebesar Rp 1,693 triliun dan Belanja Modal sebesar Rp 434 miliar. Belanja tak terduga sebesar Rp 10 miliar, belanja transfer Rp 354 miliar.

Adapun Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Sragen tahun anggaran 2023 direncanakan sebesar Rp 2,181 triliun. Yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023 ditargetkan mencapai Rp 365 miliar. Pendapatan transfer melalui alokasi sebesar Rp 1,816 tiliun.

Dengan Anggaran Pendapatan sebesar Rp 2,181 triliun dan Anggaran Belanja sebesar 2,496 triliun maka terdapat defisit anggran sebesar Rp 315 mliar yang rencana akan dicukupi dari prediksi SILPA tahun 2022 dan pinjaman daerah.

Sedangkan Anggaran Penerimaan Pembiayaan tahun anggaran 2023 sebesar Rp 390 miliar. Anggaran Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 75 miliar. Sehingga pembiayaan Netto sebesar Rp 315 miliar.

Selanjutnya Bupati Yuni  mengharapkan dalam situasi kondisi ekonomi dunia maupun kondisi nasional yang mengalami inflasi serta memperhatikan angka inflasi Kabupaten Sragen sebesar 0,35%

Ia mengajak kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Sragen dan komponen masyarakat Kabupaten Sragen dapat lebih fokus bergotong royong dalam melaksanakan pembangunan, meningkatkan perekonomian masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan di Bumi Sukowati.

 

Penulis  : Mira_Diskominfo

Editor   : Yuli_Diskominfo




Berita Terbaru

Top