Foto

NY ANNA HARGIYANTO JABAT KETUA DWP KABUPATEN SRAGEN


admin | 25 Nopember 2022 | 2225

SRAGEN - Sejalan usai dilantiknya Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, dr. Hargiyanto pada 1 November lalu, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sragen pun menindaklanjuti dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sragen.

Sertijab dilaksanakan olej Ny. Damai Tatag Prabawanto kepada Ny. Anna Hargiyanto, Kamis (24/11/2022) di gedung Korpri Sragen.

Turut hadir Penasehat DWP Kabupaten Sragen, dr. Hargiyanto dan Pengurus DWP dan Anggota DWP Se-Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan sekaligus memori jabatan dari Ny. Damai Tatag Prabawanto dan Ny. Anna Hargiyanto.

Dalam kesempatan ini Ny. Anna Hargiyanto mengucapkan terimakasih atas dedikasi Ny. Damai Tatag Prabawanto selama masa kepemimpinannya, harapannya organisasi ini tetep solid dalam menjalankan program kerja yang ada.

Kemudian, Program yang ada dalam organisasi DWP ini tentunya perlu dukungan dari pengurus dan anggota DWP agar dapat dilaksanakan dengan baik.


Ketua DWP Sragen periode 2013-2022, Ny. Damai Tatag Prabawanto berharap DWP Sragen kedepan akan semakin baik dan kompak melaksanakan tugas dan fungsi pokok Dharma Wanita.

"Tentunya Dharma Wanita akan semakin solid, kompak dan ikut mensukseskan program strategis pemerintah," harapnya.

Sementara itu Penasihat DWP, dr. Hargiyanto menyambut gembira dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini karena hal ini merupakan langkah awal DWP untuk menjalankan visi dan misi nya.

Serta mendukung program pemerintah yaitu menurunkan isu stunting karena sampai saat ini isu stunting masih menjadi isu strategis baik di tingkat nasional sampai tingkat kabupaten.

"DWP mengambil peran dalam penurunan stunting, melalui program pemerintah daerah harapannya dapat mendukung penurunan stunting serta meningkatkan sumber daya manusia," terangnya.

Oleh karena itu pencegahan stunting sangat penting dilakukan untuk mencapai Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas karena balita stunting selain mengganggu pertumbuhan fisik juga mengganggu perkembangan otaknya.

Penulis : Miyos_Diskominfo

Editor : Yuli_Diskominfo




Berita Terbaru

Top