BUPATI YUNI : PRESENTASE STUNTING (ANAK PENDEK) MENINGKAT AKIBAT PERNIKAHAN DINI


humas | 15 Oktober 2019 | 624

SRAGEN - Salah satu masalah serius dalam perkembangan yang masih banyak dialami anak di Indonesia adalah stunting. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Sragen terus melakukan upaya demi menekan kasus stunting di berbagai wilayah yang ada di Kabupaten Sragen.

Penyebab masalah yang rawan terjadi di Indonesia adalah karena pernikahan usia dini yang masih marak. Usia ayah dan ibu yang masih terlampau muda membuat risiko stunting menjadi meningkat.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat membuka acara Forum Dialog Cegah Perkawinan Anak dalam rangka intervensi penurunan Prevalensi Stunting yang berlangsung di Ruang Sukowati Setda Sragen, Jumat (11/10/2019).

Menurut Bupati Yuni, Pernikahan dini dapat mempengaruhi status gizi anak yang dilahirkan dan juga tumbuh kembangnya. Presentase anak pendek meningkat pada ibu yang menikah pada usia dini.

"Perlu adanya upaya komprehensif dari berbagai lintas program pemberdayaan perempuan agar status perempuan lebih berdaya serta status gizinya lebih baik," ujarnya.

Sebagai salah satu bentuk komitmen pencegahan stunting di Kab. Sragen, Bupati Sragen Yuni Jumat (04/10/2019) melakukan penandatanganan komitmen bersama 105 pimpinan daerah se - Indonesia untuk komitmen melakukan pencegahan Stunting yang bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Bupati memaparkan hasil Riset Kesehatan dasar tahun 2018, angka stunting di Kabupaten Sragen mencapai 39,32 %, sedangkan Provinsi Jawa Tengah 33,4 % dan secara Nasional 30,8 %.

"Berarti Sragen masih tinggi diatas angka Provinsi dan Nasional, dan dengan komitmen itu Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah bersinergi bareng - bareng untuk menurunkan angka stunting," papar Bupati.

Bupati Yuni juga meminta kepada anak - anak yang hadir pada sosialisasi tersebut untuk bisa menjadi duta bagi pemerintah dan bersinergi angka stunting dan mencegah pernikahan dini.

"Sharing Knowledge, bapak ibu guru untuk memfasilitasi barangkali ada satu hari khusus yang diberikan untuk anak - anak ini agar diberikan satu hari khusus untuk bisa memberikan informasi yang sama kepada teman2 yang lain," pesan Bupati.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Wiryanta menjelaskan salah satu program prioritas nasional adalah penanganan prevalensi stunting.

Guna mengatasi masalah ini pemerintah melakukan program dan kebijakan demi menekan kasus stunting di berbagai daerah.

"Stunting sendiri merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak," terangnya.

Faktor penyebab stunting salah satunya terjadi pernikahan usia dini, ketika pasangan masih belasan tahun belum serta belum memiliki cukup ilmu.

"Tujuan memberikan awareness dan pengetahuan bagi anak khusus anak perempuan tentang serta menciptakan kesadaran dan mendorong pemahaman pentingnya pencegahan pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting," lanjutnya.

Forum diskusi ini diikuti oleh perwakilan guru dan pelajar tingkat SMA maupun SMK se - Kecamatan Sragen.

Hasil yang diharapkan dalam dialog ini yaitu, terwujudnya kesadaran dan kontribusi nyata dari peserta mengenai pencegahan pernikahan dini guna mencegah stunting. (MY_HUMAS)

Berita Terbaru

Top