Sakralnya Tradisi Ziarah Makam Raja Imogiri Jelang Hari Jadi Sragen Ke-278


admin | 21 Mei 2024 | 95

BANTUL - Ziarah ke makam para leluhur Sragen yang dilaksanakan setiap menyambut Hari Jadi Sragen perlu dimaknai untuk mengingat kembali sejarah serta jasa-jasa pendahulu.

Sebagai bentuk penghormatan jasa para leluhur, Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan ziarah ke komplek makam Raja - Raja Mataram, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Selasa (21/5/2024).

Tak hanya Bupati, Wakil Bupati, Suroto, Sekda, dr. Hargiyanto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Untung Wibowo Sukawati, kepala OPD, Kabid/Kabag, dan Camat juga turut berziarah.

Ziarah diawali di makam Sultan Agung, yang terletak di puncak makam Imogiri. Satu-persatu para peziarah memasuki makam Sultan Agung. Bupati didampingi Wakil Bupati dan rombongan memakai pakaian kemben bagi wanita sedangkan beskap bagi pria.

Perlu diketahui bersama, Hari Jadi Kabupaten Sragen ditetapkan dengan Perda Nomor : 4 Tahun 1987, yaitu pada hari Selasa Pon, tanggal 27 Mei 1746.

Tanggal dan waktu tersebut adalah dari hasil penelitian serta kajian pada fakta sejarah, ketika Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono yang ke- I menancapkan tonggak pertama melakukan perlawanan terhadap Belanda menuju bangsa yang berdaulat dengan membentuk suatu Pemerintahan lokal di Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati sebelah timur.

Peristiwa itulah yang telah ditetapkan sebagai cikal bakal Pemerintah kabupaten Sragen. Pangeran Mangkubumi yang selanjutnya menjadi Sultan Hamengkubuwono I tersebut dimakamkan di kompleks raja-raja Mataram di Imogiri, sehingga dalam setiap peringatan Hari Jadi Sragen selalu diagendakan untuk berziarah ke makam Pangeran Mangkubumi.

Usai ziarah, Bupati Yuni menyampaikan bahwa ziarah tersebut dilakukan sebagai wujud mengingat cita – cita para pejuang leluhur.

“Bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sragen ke-278. Ziarah makam para leluhur Kabupaten Sragen sudah menjadi tradisi dalam setiap peringatan hari jadi. Tujuan dari ziarah ini adalah untuk mempertahankan tradisi dan menghormati jasa-jasa perjuangan para leluhur dan mendoakan mereka," terang Bupati.

Bupati menambahkan hari jadi Sragen kali ini bertepatan akhir masa jabatannya sebagai bupati. Namun, Ia berharap siapapun yang menggantikan dirinya agar setiap hari jadi Sragen selalu melaksanakan agenda ziarah ke makam Raja Imogiri.

"Tahun ini merupakan akhir masa jabatan saya. Jadi siapapun kedepan yang menjadi pemimpin kerukunan dan guyub rukun harus tetap dijaga, bersatu membangun, saling menghargai apapun yang terjadi karena apabila kita tidak saling menghargai nilai – nilai adat budaya kita bisa hilang," imbuhnya.

Menurutnya terbentuknya Kabupaten Sragen adalah perjuangan dari para pendahulu yang betul – betul menjaga kerukunan tersebut.

"Kontribusi kita besar terhadap negara ini. Saya harapkan kepada seluruh masyarakat Sragen, kepada anak – anak saya, orang tua saya, mari kita bangga menjadi warga Sragen," pungkasnya.

 

Penulis : Miyos_Diskominfo

Editor : Yuli_Diskomifno

Berita Terbaru

Top